Detik.com News
Detik.com
Jumat, 10/05/2013 22:42 WIB

Anggota Geng Motor Brutal Makassar Ditangkap di Bandara Kendari

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Aparat Polda Sulawesi Selatan dan Barat berhasil menangkap salah satu anggota geng brutal 'Mappakoe', atas nama Nur Ansyari alias Ari Katombo (17 tahun), di bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, jumat sekitar pukul 10.00 WITA.

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Endi Sutendi yang dihubungi detikcom, menyebutkan tersangka yang masih berstatus pelajar diringkus saat berupaya melarikan diri ke Jakarta.

"Tersangka diduga sebagai pelaku utama pelemparan bom molotov di gereja tanggal 10 dan 14 februari lalu, dari hasil pemeriksaan tersangka juga mengakui melakukan tindak pidana di beberapa TKP, persembunyian pelaku berhasil diendus dengan pelacakan IT," ujar Endi.

Endi menambahkan, dari keterangannya, pelaku juga mengakui pernah melempari bom molotov di pos Polantas dan pembakaran motor satria di jalan Ratulangi, November 2012, serta pembakaran sepeda motor Honda Beat dan aksi kekerasan dengan menggunakan anak panah, pada desember 2012 silam.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolrestabes Makassar dan tengah dalam penyelidikan aparat Reskrim Polrestabes Makassar untuk pengembangan lebih lanjut.

Sebulan sebelumnya, 16 April 2013, aparat Polrestabes Makassar berhasil menangkap komplotan geng motor berjumlah 5 orang, yang kerap beraksi melakukan tindakan pencurian dan kekerasan, serta teror bom molotov.

Aksi brutalisme geng motor pada kamis subuh (9/5), menimpa jurnalis Trans TV, Ardiansyah Endy yang ditikam di pahanya oleh sekelompok anggota geng motor dan pada 5 April 2013 lalu, Harun, jurnalis Fajar TV yang dipanah punggungnya saat hendak liputan malam di RS Bhayangkara, Makassar.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mna/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%