Detik.com News
Detik.com
Jumat, 10/05/2013 21:44 WIB

Klewang, Ketua Geng Motor XTC di Pekanbaru Ditangkap

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Klewang (57) begitulah namanya dikenal di kelompok genk motor di Pekanbaru. Dia pelaku perampokan, pemerkosaan dan penipuan. Kini polisi berahasil meringkusnya.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar mengungkapkan hal itu malam ini, Jumat (10/5/201) di Pekanbaru. Menurut Kapolresta, kini Klewang yang disegani para genk motor itu harus mendekam dalam sel tahanan.

"Dia ini pentolan genk motor brutal di Pekanbaru. Kelompok genk motornya bernama XTC," kata Adang.

Menurut Klewang berhasil ditangkap saat berkumpul dengan anggotanya di kawasan Stadion Utama Riau, di Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

"Dia ini selama ini juga residivis. Sudah terlalu banyak perbuatan kriminalnya. Dia juga merampas warga ditengah jalan," kata Adang.

Klewang ini juga selalu memimpin anggotanya untuk membongkar ruko di Pekanbaru. Para genk motor ini selalu bertindak kriminal.

"Genk motor ini benar-benar brutal. Sasaran mereka warga yang melintas dengan sepeda motor sangat tengah malam dan di lokasi jalan yang sepi," kata Adang.

Polisi juga berhasil mengamankan sebuah clurit yang selalau dibawanya saat melakukan aksi kejahatan.

"Dia dijuli Klewang karena saban hari membawa senjata tajam seperti clurit," kata Adang.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%