detikcom
Jumat, 10/05/2013 18:29 WIB

Pesangon Tak Dibayar, Pensiunan Karyawan Segera Gugat Pailit BRI

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
FSP BRI segera ajukan pailit BRI (jati/detikcom)
Jakarta - Para pensiunan karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dari Sumatera Utara yang menamakan dirinya Forum Silaturahmi Pekerja (FSP) BRI mengaku belum menerima pesangon. Mereka didampingi YLBHI akan menggugat pailit PT BRI.

"Setuju mengugat BRI untuk pailit, setuju teman-teman?" kata Koordinator FSP BRI Sumut Martahan Togatorop.

"Setuju!" serentak dijawab oleh delapan kawannya sambil mengepalkan tangan di Kantor YLBHI, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2013).

Mereka menyatakan sudah menempuh upaya audiensi tripartit maupun bipartit dengan para petinggi PT BRI sejak tahun 2005. Namun hingga kini, kata mereka, pihak PT BRI hanya mengulur-ngulur waktu.

"BRI harus bisa merealisasikan karena ada 6.500 lebih pensiunan," tuntut Martahan yang menjadi karyawan BRI dari 1975-2005 ini.

Biaya pesangon yang seharusnya dibayarkan bervariasi tergantung golongan. Mulai dari Rp 150 juta hingga Rp 300 juta per orang. Martahan yang menduduki posisi puncak sebagai Asisten Manajer Operasional BRI di Medan itu menerima uang pensiun Rp 2 juta per bulan.

Uang itu didapat dari uang iuran per bulan semasa masih aktif bekerja, sebesar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan. Dirinya menuturkan, pesangon untuk orang yang dipecat gara-gara melanggar tata tertib justru diberi uang pesangon.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%