Jumat, 10/05/2013 15:55 WIB

Oknum TNI Otaki Perampokan Uang ATM Rp 2,9 M yang Diangkut Mobil Securicor

Baban Gandapurnama - detikNews
Jakarta - Dua perampok uang anjungan tunai mandiri (ATM) sebanyak Rp 2,9 miliar yang tengah diangkut mobil Securicor di Bandung berhasil dibekuk. Salah satu pelaku berinisial, DSB (32), merupakan oknum TNI aktif yang bertugas di salah satu Kodim di Bandung. Ia sebagai otak perampokan mobil pengangkut uang tersebut.

"Oknum TNI inisial DSB sudah diamankan. Dia yang merencanakan perampokan," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman di Mapolrestabes Bandung, Jumat (10/5/2013).

Abdul mengatakan pihaknya menggandeng personel POM DAM III Siliwangi saat menangkap DSB di Cianjur. Oknum TNI berpangkat Kopral itu sudah dijebloskan ke sel POM DAM.

DSB selama ini menjadi pengawal mobil Securicor G4S. Sewaktu kejadian, DSB bersandiwara. Ia bersama sopir yakni Dolli Indra Nasution, dan teknisi yaitu Deden Sudiri Mulyawan, mengangkut duit ATM sebanyak Rp 4,6 miliar. DSB rupanya berkomplot dengan dua pelaku berinisial AS dan DF.

DSB beserta AS dan DF merencanakan sudah satu bulan aksi perampokan di kawasan Gasibu, Kota Bandung. Sewaktu DSB bertugas mengawal mobil Securicor pada Minggu 28 April lalu, AS dan DF menguntit sambil menunggangi sepeda motor jenis matic. DSB pun mulai melakoni perannya ketika mobil Securicor mengisi ATM di Yogya, Jalan Sunda, Bandung. DSB kongkalingkong dengan dua pelaku tersebut.

"AS dan DF menodongkan pisau dan alat setrum kepada dua petugas Securicor. DSB pura-pura ditodong dan memberi kesempatan dua pelaku tersebut beraksi," jelas Abdul.

Dua petugas Securicor diikat pakai lakban dan disetrum tubuhnya. Usai melumpuhkan korban, ketiga pelaku menggondol uang dari dalam mobil sebanyak Rp 2,9 miliar. Dolli dibuang pelaku di daerah Saguling, Kabupaten Badung Barat. Deden ditelantarkan di Cianjur bersama mobil pengangkut uang yang tersisa sekitar Rp 1,7 miliar.

AS mendapat bagian Rp 650 juta, DSB kebagian sekitar Rp 1 miliar lebih, dan DF memperoleh Rp 1 miliar lebih. Uang yang sudah berhasil diamankan polisi sebanyak 1,3 miliar rupiah.

"AS yang berprofesi pedagang kupat tahu ini ditangkap di Margaasih (Kabupaten Bandung). Kalau DF disersi atau pecatan TNI berpangkat Pratu. Kini DF berstatus buron," ungkap Abdul.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bbn/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%