detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 15:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 10/05/2013 15:55 WIB

Oknum TNI Otaki Perampokan Uang ATM Rp 2,9 M yang Diangkut Mobil Securicor

Baban Gandapurnama - detikNews
Jakarta - Dua perampok uang anjungan tunai mandiri (ATM) sebanyak Rp 2,9 miliar yang tengah diangkut mobil Securicor di Bandung berhasil dibekuk. Salah satu pelaku berinisial, DSB (32), merupakan oknum TNI aktif yang bertugas di salah satu Kodim di Bandung. Ia sebagai otak perampokan mobil pengangkut uang tersebut.

"Oknum TNI inisial DSB sudah diamankan. Dia yang merencanakan perampokan," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman di Mapolrestabes Bandung, Jumat (10/5/2013).

Abdul mengatakan pihaknya menggandeng personel POM DAM III Siliwangi saat menangkap DSB di Cianjur. Oknum TNI berpangkat Kopral itu sudah dijebloskan ke sel POM DAM.

DSB selama ini menjadi pengawal mobil Securicor G4S. Sewaktu kejadian, DSB bersandiwara. Ia bersama sopir yakni Dolli Indra Nasution, dan teknisi yaitu Deden Sudiri Mulyawan, mengangkut duit ATM sebanyak Rp 4,6 miliar. DSB rupanya berkomplot dengan dua pelaku berinisial AS dan DF.

DSB beserta AS dan DF merencanakan sudah satu bulan aksi perampokan di kawasan Gasibu, Kota Bandung. Sewaktu DSB bertugas mengawal mobil Securicor pada Minggu 28 April lalu, AS dan DF menguntit sambil menunggangi sepeda motor jenis matic. DSB pun mulai melakoni perannya ketika mobil Securicor mengisi ATM di Yogya, Jalan Sunda, Bandung. DSB kongkalingkong dengan dua pelaku tersebut.

"AS dan DF menodongkan pisau dan alat setrum kepada dua petugas Securicor. DSB pura-pura ditodong dan memberi kesempatan dua pelaku tersebut beraksi," jelas Abdul.

Dua petugas Securicor diikat pakai lakban dan disetrum tubuhnya. Usai melumpuhkan korban, ketiga pelaku menggondol uang dari dalam mobil sebanyak Rp 2,9 miliar. Dolli dibuang pelaku di daerah Saguling, Kabupaten Badung Barat. Deden ditelantarkan di Cianjur bersama mobil pengangkut uang yang tersisa sekitar Rp 1,7 miliar.

AS mendapat bagian Rp 650 juta, DSB kebagian sekitar Rp 1 miliar lebih, dan DF memperoleh Rp 1 miliar lebih. Uang yang sudah berhasil diamankan polisi sebanyak 1,3 miliar rupiah.

"AS yang berprofesi pedagang kupat tahu ini ditangkap di Margaasih (Kabupaten Bandung). Kalau DF disersi atau pecatan TNI berpangkat Pratu. Kini DF berstatus buron," ungkap Abdul.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bbn/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%