Jumat, 10/05/2013 15:39 WIB

Terancam Tak Ada Nafkah dari Fathanah, Sefti Bersiap Nyanyi Dangdut Lagi

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Sefti Sanustika bersiap terjun tarik suara lagi. Apalagi saat ini tak ada nafkah dari Fathanah yang tengah menjalani proses hukum di KPK. Sefti pernah menjadi penyanyi dangdut dan dia membuka kemungkinan akan bernyanyi kembali.

"Bisa saja nanti. Ada niat mau lanjutin karier, kan dari dulu sudah nyanyi," jelas Sefti yang pernah menelurkan album 'Bang Ujang' dengan lagu kondang 'Tukang Porot'.

Sefti menyampaikan itu dalam jumpa pers di Cafe Meat Lovers di Jl Margonda Raya, Depok, Jumat (10/5/2013).

Sefti mengaku dirinya kini masih bingung soal nafkah sehari-hari. "Itu yang lagi aku pikirin, masih bingung. Sekarang saya masih fokus ngurus anak dan persidnagan bapak awal depan nanti semoga proses hukum bapak diringankan," jelasnya.

Selama ini, dia tidak pernah dititipi rekening oleh Fathanah, termasuk mengelola bisnis. "Cincin nikah saya pun disita sama KPK, semua perhiasan saya di sita. Yang beli sendiri juga disita, berlian," tutupnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(slm/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%