detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Jumat, 10/05/2013 15:34 WIB

Disebut Arogan oleh Kemendagri Terkait e-KTP, Ahok: Okelah!

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Kemendagri bereaksi kereas atas pernyataan Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait masalah e-KTP. Ahok disebut arogan karena menyebut proyek itu tak efektif. Bagaimana tanggapannya?

"Udah terlalu banyak yang bilang aku arogan. Okelah!" kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (10/5/2013).

Ahok pun menjelaskan maksud pernyataannya tentang proyek e-KTP. Secara pribadi, Ahok setuju dengan adanya proyek e-KTP. Namun seharusnya ada cara lebih murah untuk mewujudkannya.

"Cuma bsa dilakukan dengan cara murah melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD). Itu aja. Aku ngomong gitu," tegasnya.

Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum, Politik, dan Hubungan Antarlembaga, Reydonnyzar Moenek sebelumnya mengecam pernyataan Ahok. Menurutnya, Ahok pemimpin yang tidak mengerti aturan.

Kecaman itu muncul setelah Ahok mengkritik proyek e-KTP yang bernilai triliunan rupiah.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(spt/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close