detikcom
Jumat, 10/05/2013 13:02 WIB

Pemilik Pabrik Kuali Dipertemukan dengan Bupati Tangerang

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kasus perbudakan buruh yang terjadi di pabrik kuali di Sepatan, Tangerang menyedot perhatian berbagai pihak. Tidak ketinggalan Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar pun menemui tersangka Yuki Irawan.

"Betul, hari ini ada kunjungan dari Bupati Tangerang. Beliau diberikan akses langsung untuk menemui tersangka berkaitan dengan masalah perbudakan buruh ini," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/5/2013).

Informasi dari Polresta Tangerang, kunjungan tersebut berlangsung pada pukul 10.00 WIB. Hingga berita ini ditulis, bupati masih berada di Polresta Tangerang. Pertemuan berlangsung tertutup.

Sejak kasus ini mengemuka, sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai kalangan bermunculan untuk menyampaikan keprihatinan maupun mengecam tindakan Yuki.

Sejumlah pejabat dari Dinas Tenaga Kerja Tangerang juga telah menemui Yuki. Pun halnya anggota DPR seperti Indra dari Komisi III telah bertatap muka dan berbincang secara langsung dengan Yuki.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%