Detik.com News
Detik.com
Jumat, 10/05/2013 11:41 WIB

Menhan: Calon KSAD Baru Berasal dari Angkatan 78-80

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - KSAD TNI Jenderal Pramono Edhie akan memasuki masa pensiun. Salah satu kriteria pengganti Pramono Edhie yaitu bagian dari angkatan 78-80.

"Untuk kriterianya adalah angkatan 78-80-an," ujar Meteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2013).

Namun Purnomo mengaku bahwa pengganti Pramono Edhie juga akan diukur berdasarkan jenjang kariernya selama di kesatuan. "Mesti kita lihat kariernya," ucapnya.

Sayangnya, Purnomo tidak mengetahui siapa calon yang pasti akan menggantikan adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

"Masih belum bisa dipastikan," kata Pramono.

KSAD TNI Jenderal Pramono Edhie juga telah mengajukan tujuh perwira TNI berbintang 3 kepada Panglima TNI untuk meneruskan jabatannya. "Kira-kira ada 7 orang, semua bintang tiga di Angkatan Darat," kata Edhie.

Dari 7 perwira yang berpangkat Letjen TNI AD itu, nantinya akan dipangkas menjadi 3 nama oleh Panglima TNI. Selanjutnya, ketiga nama itu akan diberikan kepada Presiden SBY.

"Saya serahkan ke Panglima TNI. Nanti dari Panglima diserahkan ke Presiden," ucapnya beberapa waktu lalu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%