detikcom
Jumat, 10/05/2013 05:41 WIB

Pabrik Garmen di Bangladesh Terbakar, 8 Orang Tewas

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Reuters
Dhaka - Insiden kembali menimpa kompleks pabrik garmen yang ada di Bangladesh, setelah insiden ambruknya Rana Plaza yang menewaskan ratusan orang. Kali ini, gedung 11 lantai yang menjadi lokasi dua pabrik garmen di Dhaka terbakar hebat dan menewaskan 8 orang.

Pabrik yang berada di kawasan industri Darussalam, Dhaka ini terbakar pada Kamis (9/5) malam waktu setempat. Saat kejadian, semua buruh pabrik tersebut sudah pulang. Pabrik ini diketahui milik Tung Hai Group, yang merupakan eksportir garmen terbesar di Bangladesh.

"Kebakarannya cukup besar, tapi kami berhasil membatasi apinya di satu lantai," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Nasional, Mahbubur Rahman, seperti dilansir AFP, Jumat (10/5/2013).

Kebakaran ini menewaskan 8 orang, yang salah satunya merupakan pemilik pabrik. Para korban tewas karena menghirup asap kebakaran saat berusaha menyelamatkan diri. Tidak ada buruh pabrik yang menjadi korban tewas dalam kebakaran ini.

"Delapan orang yang tewas termasuk pemilik pabrik, 4 orang stafnya, seorang polisi senior dan seorang polisi berpangkat rendah," terang Kepala Kepolisian setempat, Khalilur Rahman.

"Kami telah mengetahui identitas 7 korban tewas. Tapi kami belum berhasil mengidentifikasi korban kedelapan," imbuhnya.

Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Namun disebutkan bahwa api berasal dari lantai 3 yang menjadi lokasi pabrik. Selain itu, disebut-sebut juga bahwa para korban tewas akibat menghirup asap beracun akibat yang berasal dari pakaian akrilik yang terbakar.

"Belum jelas bagi kami, bagaimana insiden ini terjadi, tapi kami terus mencari tahu penyebabnya," ucap Presiden Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen Bangladesh, Mohammad Atiqul Islam, kepada Reuters.

Tung Hai Group merupakan pabrik garmen besar di Bangladesh yang memiliki lebih dari 1.000 buruh. Pabrik ini mengekspor produksi garmen ke sejumlah perusahaan asing, termasuk Primark di Inggris dan Inditex Group di Spanyol. Pabrik ini memproduksi produk garmen seperti cardigan, jaket dan piyama.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%