Detik.com News
Detik.com
Kamis, 09/05/2013 16:07 WIB

Keluarga Terduga Terorisme di Tasikmalaya Minta Anaknya Dibebaskan

Kristiadi - detikNews
Tasikmalaya - Fajar Sidiq (30) warga Kampung Leuwianyar, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya masih belum dibebaskan tim Densus 88 Mabes Polri. Posisi Fajar saat ini masih berada di Jakarta dan ditemani istrinya.

Orang tua terduga terorisme, Iis Salamah (45), saat dihubungi detikcom Kamis (9/5/2013) mengatakan, anaknya saat ini masih dalam keadaan sehat baik-baik saja. Namun pihak keluarga tetap menunggu Fajar supaya secepatnya dibebaskan.

Keadaan Fajar di Jakarta saat ini baik, sehat-sehat aja dan masih ditunggui istrinya di Mabes Polri. Akan tetapi dia juga tetap menunggu pembebasan anaknya, karena keluarga tidak percaya dengan adanya kejadian itu, ungkapnya.

Iis Salamah mengatakan, atas penangkapan yang dilakukan Densus 88 ini, pihak keluarga tidak percaya anaknya akan berbuat seperti itu. Karena keganjilan ini pihak keluarga tetap menunggu pembebasan Fajar Sidiq di Mabes Polri.

Fajar Sidiq diduga jaringan terorisme yang telah melakukan pencurian dengan kekerasan di Tambora dan sebagai pemasok senjata api. Akibatnya, Fajar Sidiq (30) langsung ditangkap di jalan Ahmad Yani pada Rabu (27/3/13) sekitar pukul 10.00 pagi. Dalam penangkapan tersebut, keluarga telah menerima surat penangkapan dari Mabes Polri.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%