detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 17:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 09/05/2013 15:21 WIB

Mega Sindir Cagub Pastika Mabuk Kekuasaan

Gede Suardana - detikNews
Megawati (Dikhy/ detikcom)
Buleleng - Megawati terjun langsung dalam kampanye Pilkada Bali. Ketum PDIP ini menyindir incumbent Made Mangku Pastika sedang mabuk kekuasaan.

"Dia awalnya baik. Namun, begitu berkekuasa, dia jadi mabuk," sindir Megawati dalam kampanye di Desa Pengastulan, Buleleng, Bali, Kamis (9/5/2013).

Pastika terpilih sebagai Gubernur Bali, menggunakan kendaraan PDIP pada Pilkada 2009. Namun, pada Pilkada 15 Mei 2013, ia menyeberang ke Partai Golkar dan Demokrat. Atas dasar itulah, Megawati menyindir Pastika yang kini bertarung dengan AA Puspayoga yang notabene adalah Wakil Gubernur Bali.

Megawati menyebutkan bahwa Pastika menjadi Gubernur Bali dan memiliki kekuasaan seperti sekarang karena dukungan PDIP. "Melihat rekam jejaknya, dia sekarang sedang emosi jiwa dengan pindah ke Partai Golkar dan Demokrat," ujarnya.

Megawati menumpahkan kekesalannya pada kampanye yang dihadiri ribuan pendukungnya. Megawati menyebut Pastika telah menggunakan kekuasaan untuk menjegal jagoannya, Puspayoga.

Ia mengatakan, Pastika menggunakan Panwaslu melarang Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berkampanye. "Mengapa sekarang tidak diizinkan, kok tidak dari dulu," katanya.

Megawati pun menyindir kehadiran sejumlah menteri seperti Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Syarif Sutarjo dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono yang terjun sebagai juru kampanye Pastika. "Saya ingin keadilan. Ingat, kekuasaan ada waktunya akan habis," imbuh dia.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(gds/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%