Kamis, 09/05/2013 15:21 WIB

Mega Sindir Cagub Pastika Mabuk Kekuasaan

Gede Suardana - detikNews
Megawati (Dikhy/ detikcom)
Buleleng - Megawati terjun langsung dalam kampanye Pilkada Bali. Ketum PDIP ini menyindir incumbent Made Mangku Pastika sedang mabuk kekuasaan.

"Dia awalnya baik. Namun, begitu berkekuasa, dia jadi mabuk," sindir Megawati dalam kampanye di Desa Pengastulan, Buleleng, Bali, Kamis (9/5/2013).

Pastika terpilih sebagai Gubernur Bali, menggunakan kendaraan PDIP pada Pilkada 2009. Namun, pada Pilkada 15 Mei 2013, ia menyeberang ke Partai Golkar dan Demokrat. Atas dasar itulah, Megawati menyindir Pastika yang kini bertarung dengan AA Puspayoga yang notabene adalah Wakil Gubernur Bali.

Megawati menyebutkan bahwa Pastika menjadi Gubernur Bali dan memiliki kekuasaan seperti sekarang karena dukungan PDIP. "Melihat rekam jejaknya, dia sekarang sedang emosi jiwa dengan pindah ke Partai Golkar dan Demokrat," ujarnya.

Megawati menumpahkan kekesalannya pada kampanye yang dihadiri ribuan pendukungnya. Megawati menyebut Pastika telah menggunakan kekuasaan untuk menjegal jagoannya, Puspayoga.

Ia mengatakan, Pastika menggunakan Panwaslu melarang Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berkampanye. "Mengapa sekarang tidak diizinkan, kok tidak dari dulu," katanya.

Megawati pun menyindir kehadiran sejumlah menteri seperti Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Syarif Sutarjo dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono yang terjun sebagai juru kampanye Pastika. "Saya ingin keadilan. Ingat, kekuasaan ada waktunya akan habis," imbuh dia.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gds/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%