Kamis, 09/05/2013 14:11 WIB

Hanya Berjarak 100 M dari Lokasi Teroris, Pesantren Al Basyariyah Heboh

Tya Eka Yulianti - detikNews
Lokasi penggerebekan (Tya/ detikcom)
Bandung - Kurang dari 100 meter dari lokasi penyergapan empat teroris di Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung terdapat Pondok Pesantren Al Basyariyah. Tak ayal hal itu membuat beberapa anggapan bahwa teroris yang disergap tim Densus 88 itu dikait-kaitkan dengan pesantren tersebut. Bagaimana ceritanya?

Pemberitaan yang menyebut-menyebut pesantren itu teah membuat orangtua santri cemas. Puluhan orang tua santri panik menelepon bahkan ada yang datang untuk menjemput.

Kepala Sekolah Endang suhendi pun memberikan pernyataan yang membantah pesantrennya ada hubungannya dengan penyergapan tersebut.

"Kejadian penyergapan kemarin membuat pesantren dikejutkan. Karena kita tahu teroris itu bisa dimana saja, bisa tidak diketahui karena membaur. Apalagi ini terjadi di tetangga pesantren," ujar Endang pada wartawan, Kamis (9/5/2013).

Ia mengatakan, di pesantren tersebut ada sekitar 1.400 santri yang mondok (menginap-red). Sehingga adanya kejadian tersebut mengagetkan seluruh santri.

"Ada media yang menyebut lokasi terjadi di pesantren kami sehingga kami merasa terusik karena dihubung-hubungkan. Selama ini kami begitu ketat menjaga supaya tidak ada tamu gelap," tuturnya.

Akibatnya, kemarin para orang tua banyak yang menelepon pihak pesantren untuk menanyakan keadaan anaknya.

"Kami sibuk menerima telepon, bahkan ada orang tua yang datang untuk menjemput. Karena ada media yang menyebut kejadian terjadi di pesantren. Tapi untungnya, tidak ada santri yang sampai dibawa pulang," katanya.

Ia menuturkan, aktivitas di pesantren berjalan seperti biasa meski ada kejadian tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tya/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%