detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 09/05/2013 11:48 WIB

Ahmad Fathanah Dikenal Dermawan oleh Kawannya

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Ahmad Fatanah (repro)
Jakarta - Tersangka kasus korupsi kuota impor daging Ahmad Fathanah semasa remajanya di Makassar dikenal sebagai sosok dermawan. Pria yang akrab dipanggil Ollong ini suka bersedekah di kalangan teman-temannya.

"Orangnya dermawan, pribadinya bagus, suka memberi uang ke fakir miskin, setiap melihat orang miskin di jalan selalu berhenti dari mobil lalu memberinya uang, termasuk suka mentraktir anak-anak muda di sekitar rumahnya," tutur Andi Irwan, sahabat Ollong, saat ditemui detikcom di rumahnya, di jalan Domba, Makassar, kamis (9/5/2013).

Andi menambahkan, sosok Fathanah dikenal cerdas, fasih berbahasa Arab dan bahasa Inggris. Ollong juga mahir berceramah di masjid.

"Ollong itu anak kesayangan bapaknya, KH. Fadli Luran, Ollong itu alumni Kairo, sering ceramah di masjid waktu masih remaja, kalau ngobrol biasa ada istilah-istilah Inggrisnya, kayaknya Ollong dipersiapkan untuk memimpin yayasan pondok pesantren bapaknya," kisah Andi.

Andi curiga, prilaku Ollong berubah saat tinggal di Jakarta. Sebelumnya, Ollong dikenal flamboyan yang suka mendekati perempuan.

"Mungkin Ollong itu stres kalau lagi kehabisan uang, makanya ia selalu cari uang banyak, tapi kalau lagi banyak uang pasti suka dibagi-bagi," tandas Andi.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mna/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%