detikcom
Kamis, 09/05/2013 06:59 WIB

Nuriyah: Eyang Aswong Katanya Keturunan Sukarno

M. Rizal - detikNews
Jakarta - Polisi menangkap Nuriyah setelah menemukan uang senilai Rp 1,2 triliun palsu di bungker rumahnya. Menurut Nuriyah uang itu bukan uangnya tapi titipan Eyang Aswong yang kini pergi ke Singapura.

Polisi memburu Eyang Aswong yang kini masih misterius. Nuriyah meyakinkan Eyang Aswong bukan sosok fiktif, tapi benar-benar ada. Berikut wawancara Evi Tresnawati dengan Nuriyah di Polres Bogor:

Anda dituduh melakukan penipuan penggandaan uang? Bohong itu, tidak benar, itu berita palsu.

Yang benar bagaimana? Yang benar itu ibu mau bangun yatim piatu tapi keburu dibongkar karena katanya nggak ada izin IMB-nya, keburu kebongkar.

Artinya Anda sudah bangun rumah dua tingkat yang ada bungkernya itu sejak dua tahun lalu? Iya tapi itu bukan hasil dari paranormal ya, hasil dulu saya ketitipan berlian dari almarhum bapak saya.

***

Wawancara selengkapnya bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 75, 6 Mei 2013). Edisi ini mengupas tuntas kasus Eyang Aswong sang pemalsu uang Rp 1,2 triliun dengan tema Dukun Uang Eyang Aswong. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Hukum ‘Sang Jenderal Akhirnya Patuhi Sesepuh, Kriminal Jerat Narkoba Sang Kolonel, Ekonomi ‘Harga Digantung, Rakyat Bingung, Berita Komik Rusuh di Musi Rawas’, Gaya Hidup Gandrung pada Sugar Glider’, rubrik Seni Hiburan dan review film Kon-Tiki’, WKWKWK ‘Telanjang Gara-gara Tak Dapat PSK’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download diapps.detik.comdan versi pdf bisa di-download diwww.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iy/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close