detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 09/05/2013 06:45 WIB

Ssst, Fathanah Kabarnya Punya Rumah Mewah di Depok

Salmah Muslimah - detikNews
Ahmad Fathanah.
Jakarta - KPK telah menyita sejumlah aset milik Ahmad Fathanah yang diduga hasil pencucian uang. Aset tersebut berupa sejumlah mobil mewah dan perhiasan. Namun bukan hanya mobil dan perhiasan, Fathanah juga dikabarkan memiliki sebuah rumah mewah di Depok, Jawa Barat. Benarkah?

Saat ditemui oleh detikcom di rumahnya, sopir pribadi Fathanah, Sahrudin alias Alu menyebutkan jika majikannya tersebut memiliki sebuah rumah mewah di Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat.

"Pernah mengantar ke rumah dia (Fathanah) yang lagi di renovasi di pesona Khayangan Depok," kata Alu di rumahnya Jalan Citayam, Depok, Rabu (8/5/2013) malam.

Menurut Alu, rumah tersebut berada di blok C di kompleks perumahan tersebut. Namun dia tidak ingat pasti alamat rumah yang diduga seharga miliaran rupiah itu.

"Rumahnya besar banget, harganya Rp 6 miliar katanya. Saya tahu dari penjaga rumah ngobrol-ngobrol katanya harganya segitu," ungkap Alu.

Fathanah menjadi tersangka bersama Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus dugaan pencucian uang dan suap impor daging sapi. Fathanah mengaku sebagai orang PKS namun di luar struktur.

Namun hal ini telah dibantah PKS. Kabid Humas DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan Ahmad Fathanah bukan pengurus ataupun kader PKS. "Fathanah bukan pengurus bukan kader PKS. Dia pencatut nama PKS karena kenal secara pribadi dengan Pak Luthfi Hasan Ishaaq," kata Mardani, Senin (6/5) lalu.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(slm/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%