detikcom

Kamis, 09/05/2013 06:45 WIB

Ssst, Fathanah Kabarnya Punya Rumah Mewah di Depok

Salmah Muslimah - detikNews
Ahmad Fathanah.
Jakarta - KPK telah menyita sejumlah aset milik Ahmad Fathanah yang diduga hasil pencucian uang. Aset tersebut berupa sejumlah mobil mewah dan perhiasan. Namun bukan hanya mobil dan perhiasan, Fathanah juga dikabarkan memiliki sebuah rumah mewah di Depok, Jawa Barat. Benarkah?

Saat ditemui oleh detikcom di rumahnya, sopir pribadi Fathanah, Sahrudin alias Alu menyebutkan jika majikannya tersebut memiliki sebuah rumah mewah di Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat.

"Pernah mengantar ke rumah dia (Fathanah) yang lagi di renovasi di pesona Khayangan Depok," kata Alu di rumahnya Jalan Citayam, Depok, Rabu (8/5/2013) malam.

Menurut Alu, rumah tersebut berada di blok C di kompleks perumahan tersebut. Namun dia tidak ingat pasti alamat rumah yang diduga seharga miliaran rupiah itu.

"Rumahnya besar banget, harganya Rp 6 miliar katanya. Saya tahu dari penjaga rumah ngobrol-ngobrol katanya harganya segitu," ungkap Alu.

Fathanah menjadi tersangka bersama Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus dugaan pencucian uang dan suap impor daging sapi. Fathanah mengaku sebagai orang PKS namun di luar struktur.

Namun hal ini telah dibantah PKS. Kabid Humas DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan Ahmad Fathanah bukan pengurus ataupun kader PKS. "Fathanah bukan pengurus bukan kader PKS. Dia pencatut nama PKS karena kenal secara pribadi dengan Pak Luthfi Hasan Ishaaq," kata Mardani, Senin (6/5) lalu.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(slm/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
68%
Kontra
32%