Detik.com News
Detik.com

Kamis, 09/05/2013 00:47 WIB

Ada Pengaspalan Jalan, Lalin TB Simatupang Arah Kp Rambutan Macet 1 Km

Indra Subagja - detikNews
Ada Pengaspalan Jalan, Lalin TB Simatupang Arah Kp Rambutan Macet 1 Km Ilustrasi
Jakarta - Kemacetan terjadi di ruas jalan TB Simatupang arah Kampung Rambutan hingga tengah malam ini. Kemacetan panjang terjadi hingga perempatan Jalan TB Simatupang-Ragunan.

Pantauan detikcom, Kamis (9/5/2013) pukul 00.30 WIB, kemacetan hingga 1 km. Kemacetan terjadi karena adanya proyek pengaspalan jalan tepat di depan SPBU dekat kantor DPP PAN di Jalan TB Simatupang. Ekor kemacetan hingga lampu merah Warung Buncit dan Ragunan.

Proyek pengaspalan itu menyebabkan hanya 1 ruas jalan yang dapat dilalui kendaraan. Namun setelah melewati titik tersebut, lalu lintas kembali lancar.

"Orang-orang banyak yang nyangka macet karena banyak wartawan di depan kantor PKS," ujar salah seorang pengendara, Andri kepada detikcom.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%