Detik.com News
Detik.com

Rabu, 08/05/2013 23:55 WIB

Densus 88 Juga Gerebek Rumah di Ciputat, 2 Terduga Teroris Ditangkap

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Densus 88 Juga Gerebek Rumah di Ciputat, 2 Terduga Teroris Ditangkap
Jakarta - Operasi penyergapan teroris yang dilakukan hari ini bukan hanya terjadi di Bandung dan Jawa Tengah. Tim Densus 88/antiteror juga melakukan penyergapan teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

"Betul, memang ada penyergapan," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan saat dikonfimasi detikcom, Rabu (8/5/2013).

Hermawan mengatakan proses penyergapan berlangsung pukul 20.00 WIB tadi. Lokasi penyergapan di Kelurahan Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Dari operasi penyergapan itu, tim Densus menangkap 2 terduga teroris. Polisi memberi garis kuning di sekitar lokasi penggerebekan.

"Operasinya sudah selesai," tuturnya.

Sebelumnya, tim Densus 88 melakukan penggerebekan rumah terduga teroris di Bandung, Jawa Barat. Dalam penggerebekan yang berlangsung lebih dari 7 jam itu, polisi berhasil melumpuhkan 4 terduga teroris. Seorang di antaranya berhasil dilumpuhkan dalam keadaan hidup, sementara 3 lainnya tewas. Tiga jasad terduga teroris yang tewas dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rmd/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%