Rabu, 08/05/2013 22:03 WIB

Kapolri: Total 11 Teroris Dilumpuhkan di Bandung & Jateng, 4 Tewas

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Polisi menggelar operasi penangkapan terduga teroris di Bandung dan Jateng. Dari operasi itu, total 11 orang yang disergap, 4 di antaranya tewas.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Timur Pradopo di lokasi penggerebekan teroris RT 2/RW 8 Batu Rengat, Cigondewah Hilir, Marga Asih, Rabu (8/5/2013) malam. Timur didampingi Wakapolri Komjen Nanan Sukarna, Kabareskrim Komjen Sutarman, Kapolda Jabar Irjen Tubagus Anis Angkawijaya.

"Total 11 orang. Tujuh hidup dan 4 meninggal," kata Timur.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini merinci 3 terduga teroris tewas di Bandung dan 1 di Kendal. Terduga teroris yang tewas di Bandung diketahui bernama Budi Syarif alais Angga, Sarene, dan Jonet. Sementara yang tewas di Kendal bernama Abu Roban alias Bambang alias Untung.

Keempatnya melawan saat disergap tim Densus 88. Sedangkan 7 terduga teroris yang hidup ditangkap di Cipacing, Sumedang, dan Bandung.

"Di Kebumen (penyergapan) masih berlangsung sekarang," ungkapnya.

Di Bandung, polisi mengerahkan 2 unit pasukan Densus Antiteror atau 18 personel. Mereka dibantu personel pengamanan dari Polres Bandung. Tak satu pun personel yang terluka dalam penyergapan itu.

Penggerebekan cukup menyita energi. Polisi butuh beberapa jam untuk bernegosiasi sebelum akhirnya terjadi baku tembak.

Operasi penggerebekan serentak ini dilakukan setelah polisi mengembangkan kasus teror di berbagai wilayah seperti di Poso, Makassar, Solo, Jakarta (Tambora), Depok, dan Bekasi. "Jadi semua itu rangkaian dari operasi sebelumnya," tuturnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%