Detik.com News
Detik.com
Rabu, 08/05/2013 17:27 WIB

Suap Impor Daging

Sefti Nikahi Fathanah Bukan karena Harta, Tapi Ingin Keturunan

Fajar Pratama - detikNews
Sefti Nikahi Fathanah Bukan karena Harta, Tapi Ingin Keturunan
Jakarta - Sefti Sanustika menikahi Ahmad Fathanah dengan status janda. Sang suami meninggal dunia sebelum memiliki anak. Karena itu, pernikahannya dengan Fathanah bukan karena harta, tapi untuk keturunan.

Ditemui di kediamannya di Depok, Jabar, Rabu (8/5/2013), wanita berusia 25 tahun ini bercerita soal awal mula pertemuannya dengan Fathanah sekitar tiga tahun silam. Semua berawal dari acara dangdut.

Saat itu, Fathanah mengaku Septi sebagai duda cerai. Hubungan mereka pun berlanjut ke jenjang pernikahan. Hingga akhirnya kini, Sefti memiliki satu anak dari Fathanah.

"Murni untuk ibadah dan ingin memiliki keturunan. Karena sebelumnya saya pernah menikah tapi ya.. suami saya meninggal," kata Sefti sambil berkaca-kaca.

Kini, Sefti harus berjuang sendirian untuk menghidupi anak si mata wayangnya. Harta pemberian Fathanah sudah disita KPK karena diduga berkaitan dengan pidana pencucian uang.

Meski begitu, Sefti tetap setia pada Fathanah. Dia akan berada di samping sang suami meski sudah mengaku khilaf dengan wanita-wanita tersebut.

"Kalau bukan saya yang mendukung siapa lagi," ungkapnya.




Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjp/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%