Detik.com News
Detik.com
Rabu, 08/05/2013 16:22 WIB

Kisah Buruh Pabrik Kuali: Berawal Janji Manis, Berakhir Sakit & Trauma

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kisah Buruh Pabrik Kuali: Berawal Janji Manis, Berakhir Sakit & Trauma (Foto didapatkan dari Siane Indriani-Komnas HAM)
Jakarta - Kisah tragis perbudakan buruh panci di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06 Desa Lebak, Sepatan Timur, Tangerang, Banten, masih menempel dalam ingatan Dirman (22), Nuryana (20), Ramlan (17) dan Bagas (22). Akibat kondisi bekerja tak layak plus penyiksaan, mereka mengalami trauma hingga sakit.

Nuryana menuturkan perjalanan hidup yang nahas ini berawal dari Ade Yumil (22) yang merupakan kawan dekatnya. Ade pun mengajak Nuryana untuk bekerja di pabrik pembuatan panci dan kuali, Tanggerang. Saat itu Ade menjanjikan pekerjaannya enak, dapat makan dan mess (tempat tinggal-red) dengan gaji Rp 600 ribu per bulan selama 6 bulan.

"Katanya, mess dekat mess perempuan. Saya tertarik, saat itu juga diajak ke rumah untuk pamitan ke orang tua kerja di Tangerang," ujar Nuryana sembari menghisap sebatang rokok putih, di kantor Kontras Jl, Borobudur, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2013).

Usai berpamitan pada kedua orang tuanya, Nuryana langsung dipertemukan dengan Taufik (30). Kemudian bersama Taufik dan Ade Yumil dirinya bergegas berangkat ke Tangerang dengan menggunakan mobil travel. Selama perjalanan, sempat terbersit rasa curiga pada benak Nuryana. Ia sempat mendengar percakapan antara Taufik dengan seseorang melalui telepon, yang belakangan diketahui merupakan bos pabrik tersebut, Yuki Irawan.

"Ini saya dapat kambing 7 orang," kata Nuryana menirukan percakapan Taufik dengan Yuki.

Hingga akhinya perjalanan dari Cianjur-Tangerang berakhir di salah satu tempat yang tidak dikenali oleh dirinya bersama keenam rekan lainnya. Sesampainya di tempat asing itu, ia diturunkan di masjid dekat lokasi pabrik. Saat itu ia melihat Taufik sedang berbicara dengan mandor pabrik, menjauhi ia bersama tujuh rekannya.

"Kemudian Taufik dan Ade Yumil pergi, kami bertujuh disuruh naik ojek, dengan dikawal mandor," tuturnya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%