detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 03:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 08/05/2013 13:28 WIB

5 Mantan Cagub-cawagub Ini Tak Lolos Verifikasi Bacaleg

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Mantan calon gubernur dan wakil gubernur yang gagal dalam Pilkada memilih menjadi calon anggota DPR RI. Namun, beberapa diantara mereka ternyata didapati tak lolos verifikasi berkas persyaratan bakal caleg. Siapa saja?

Berdasarkan hasil verifikasi berkas persyaratan yang dipublikasikan KPU seperti dikutip Rabu (8/5/2013), setidaknya terdapat 5 mantan cagub dan cawagub yang dinyatakan tak lolos verifikasi berkas persyaratan bakal caleg.

Pertama adalah mantan Cagub DKI Hidayat Nur Wahid yang maju dari daerah pemilhan DKI Jakarta II. Politisi PKS itu tak lolos verifikasi karena tak menyerahkan Formulir BB-8 dan BB-9, kemudian pada Formulir BB, BB-1, BB-3, BB-10 dan BB-11 tidak ada stempel basah. Hidayat juga tidak melampirkan soft copy pas foto serta tidak melampirkan surat keterangan sehat rohani (jiwa).

Kemudian Mantan Cagub Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka yang maju dari PDIP Dapil Jawa Barat VII, tak lolos verifikasi karena tak melampirkan formulir BB-8 (Surat pernyataan bersedia tidak berpraktik sebagai akuntan, advokat, notaris). Kemudian pada formulir BB-10 dan BB-11 tidak mencantumkan penempatan dapil dan nomor urut.

Lalu mantan Cagub Sumut Effendi MS Simbolon dari PDIP di Dapil DKI Jakarta III, tak lolos verifikasi karena pada formulir BB, BB-1 sampai BB-13 pada kolom tandatangan tidak mencantumkan nama. Tidak ada formulir BB-8, lalu penempatan Dapil di formulir BB-10 tidak sesuai dengan formulir BA. Begitu juga formulir BB-11 tidak mencantumkan dapil dan nomor urut serta tidak ada surat keterangan bebas narkoba.

Mantan Cawagub DKI Didik J. Rachbini dari PAN di Dapil DKI Jakarta I, tak lolos verifikasi karena tidak melampirkan soft copy pas foto. Satu lagi mantan Cawagub DKI Biem Triani Benjamin dari Gerindra di Dapil DKI Jakarta II tak lolos verifikasi karena pada formulir BB-10 dan BB-11 tak ada nomor urut.

Biem juga tak melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani, surat keterangan terdaftar sebagai pemilih, surat keterangan bebas narkoba, foto copy ijazah s1 tak dilegalisir, dan pas foto yang terlampir 4x6 seharusnya 3x4.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bal/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close