Detik.com News
Detik.com
Rabu, 08/05/2013 12:37 WIB

Pesawat Kargo Terbakar di Wamena

Pesawat Terbakar karena Muatan Drum BBM yang Jatuh dari Forklift

Nograhany Widhi K - detikNews
Pesawat Terbakar karena Muatan Drum BBM yang Jatuh dari Forklift (dok: istimewa)
Jakarta - Pesawat kargo milik maskapai Nusantara Air Charter terbakar di Bandara Wamena, Papua. Pesawat itu terbakar saat membongkar muatan berisi drum BBM. Drum BBM itu ternyata terjatuh dari alat angkut forklift dan membuat kebakaran itu terjadi.

"Terbakarnya pesawat sudah di appron sedang unloading drum BBM dan drum BBM terjatuh dari forklift," ujar keterangan tertulis Kapuskom Publik Kemenhub Bambang S Ervan dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah X, Rabu (8/5/2013).

Insiden kecil itu lantas menyulut kebakaran di pesawat. Kondisi bagian pesawat yang terbakar dari bagian sayap sampai ekor pesawat.

"Tidak ada korban jiwa, kedua pilot selamat. Tidak ada korban jiwa," imbuh Bambang.

Nama pilot Capt Tatang dan kopilot belum didapatkan informasinya.

Sebelumnya pesawat bernomor registrasi PK JKC, dengan jenis pesawat British Aerospace (BAE)-146 dengan rute Sentani-Wamena terbakar pada pukul 11.50 WIT. Pesawat itu mendarat dengan normal pada pukul 11.39 WIT.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%