Detik.com News
Detik.com

Rabu, 08/05/2013 10:18 WIB

PKS Bantah Melawan KPK

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
PKS Bantah Melawan KPK
Jakarta - Puluhan massa penjaga gedung menggagalkan penyitaan KPK. Tapi, PKS membantah melawan KPK.

"Tidak melawan dong. PKS mendukung penegakan hukum yang adil proporsional dan profesional," kata fungsionaris DPP PKS, Refrizal, kepada detikcom, Rabu (7/5/2013).

PKS memang menghalangi KPK yang hendak menyita mobil di DPP PKS pada Selasa (6/5) kemarin. PKS beralasan KPK tidak membawa surat penyitaan.

"Coba dengan cara beradab, berikan surat pemberitahuan di awal, kita akan siapkan bahkan disambut," jelas Kepala Humas PKS Mardani.

KPK dua kali gagal saat hendak menyita 5 mobil di markas PKS. Mobil itu disita terkait kasus Luthfi yakni Pajero Sport, Nissan Navara, Mazda CX 9, Mitsubishi Grandis, dan Toyota Fortuner.

KPK melakukan penyitaan pada Senin (6/5) malam dan Selasa (7/5) siang, kedua-duanya gagal karena dihalang-halangi puluhan orang. Petugas KPK datang dengan membawa surat resmi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%