Detik.com News
Detik.com

Selasa, 07/05/2013 23:41 WIB

Pabrik Busa dan Mebel di Semarang Hangus Terbakar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Semarang - Pabrik busa dan mebel Indah Sari yang terletak berdekatan dengan SMK Texmaco Semarang terbakar. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dari kota Semarang dan Kendal didatangkan untuk memadamkan api yang semakin membesar.

Warga sekitar pabrik dan pengguna jalan yang kebetulan melintasi pabrik di Jl Raya Mangkang Km 16 itu juga berduyun-duyun datang untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Menurut salah satu penjaga pabrik shift siang yang ditemui di lokasi, Sardi, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu ia memperoleh kabar ada kebakaran di pabrik tempat ia bekerja. Karena rumah Sardi dan pabrik tidak begitu jauh, ia pun dapat melihat asap mengepul dari belakang pabrik.

"Itu saya baru pulang sekitar satu jam dapat kabar seperti itu," kata Sardi di lokasi kejadian, Selasa (7/5/2013).

Kebakaran diduga berawal dari hubungan arus pendek di bagian belakang pabrik yang merupakan gedung berisi busa dan mebel. Karena angin yang cukup kencang dan benda yang mudah terbakar, api dengan cepat meluas ke bagian depan pabrik yaitu menyimpan biji plastik.

"Seingat saya, terakhir menyetok biji plastik 200 ton," pungkasnya.

Sementara itu salah satu karyawan pabrik, Ngadiyem mengatakan api melahap gudang biji plastik, terpal, gudang karton, gudang perca dan gudang mebel.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%