Selasa, 07/05/2013 22:10 WIB

Petugas Bandara Polonia Amankan Calon Penumpang Bawa 4 Kg Sabu

Khairul Ikhwan - detikNews
Foto: Ilustrasi (detikcom)
Medan - Seorang pria diamankan petugas Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara (Sumut) karena kedapatan membawa 4 Kg narkotika jenis sabu-sabu. Rencananya narkotika itu akan dibawa ke Jakarta.

Tersangka Hasbi Abu Bakar, warga Pidie, Aceh, diamankan di terminal keberangkatan domestik Bandara Polonia pada Selasa (7/5/2013) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Bermula ketiga petugas mencurigai tas yang dibawanya saat melewati pintu x-ray.

Setelah diperiksa lebih lanjut ternyata di dalam tasnya ditemukan empat kemasan plastik yang berisi narkotika. Tersangka dan barang bukti selanjutnya diamankan ke Pos Polisi Bandara Polonia, lalu dibawa ke Polsekta Medan Baru.

Dalam pemeriksaan kepada polisi, tersangka mengaku memang membawa narkotika itu atas perintah seseorang. Rencananya dia akan naik penerbangan jam 18.00 WIB.

Dia dijanjikan bayaran Rp 15 juta jika berhasil membawa narkoba itu ke kawasan Jakarta. Uang yang baru dia terima Rp 1 juta.

"Disuruh bawa ke Jakarta," kata Hasbi di Mapolsek Medan Baru.

Polisi masih mengembangkan informasi guna memperdalam penyelidikan. Diharapkan penangkapan ini dapat mengungkap jaringan pengedar narkotika tersebut.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%