Detik.com News
Detik.com
Selasa, 07/05/2013 22:03 WIB

Program Peremajaan, Bajaj Bermesin 2 Tak Kini Jadi Besi Tua

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Halaman 1 dari 2
Program Peremajaan, Bajaj Bermesin 2 Tak Kini Jadi Besi Tua (Foto: Edo-detikNews)
Jakarta - Warga Jakarta identik dengan kendaraan beroda tiga bersuara bising, bajaj. Sebagai salah satu alat transportasi tertua di ibu kota, bajaj merupakan moda transportasi perkotaan yang ekonomis. Dengan program peremajaan yang kembali digalakkan Pemprov DKI, bajaj bermesin 2 tak seolah bersiap punah.

Hari ini tampak sekitar 100 bajaj mesin 2 tak milik telah dikumpulkan di tempat pengancuran yang berlokasi di Jl Pulogebang Indah Raya, Jakarta Timur, Selasa (7/5). Lokasi tersebut berupa tanah lapang seluas sekitar 1000 meter persegi.

"Bajaj itu baru dua hari di sini, kemarin baru di drop sama dishub," kata mandor penghancuran bajaj, Yunus.

Yunus mengatakan nantinya jumlah bajaj-bajaj milik PT Trans Tama yang akan dihancurkan akan terus bertambah.

"Minggu ini sekitar 103 bajai, kita pretelin buat dileburkan, nanti masih banyak lagi tapi belum tau kapan bakal didropnya," tuturnya.

Tampak sejumlah pekerja yang melepas bagian-bagian badan bajaj menggunakan alat las. Bajai-bajai tersebut dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Selama proses penghancuran seorang petugas dishub dengan membawa kamera digital tampak sibuk mendokumentasikan, proses tersebut.

Secara terpisah Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan total bajaj di DKI Jakarta saat ini adalah 14.424 unit. Dari total tersebut, bajaj yang telah masuk ke dalam badan usaha terdapat 3.900 unit.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/sip)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%