Selasa, 07/05/2013 21:54 WIB

PKS Sulsel: Kami Tak Tahu Dana Kiriman Ahmad Fathanah Hasil Cuci Uang

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sulawesi Selatan mengaku tidak mengetahui dana pemenangan Pilgub Sulsel yang ditransfer DPP PKS melalui Ahmad Fathanah merupakan hasil money laundring. Namun DPW PKS mengakui jika Fathanah merupakan teman Luthfi Hasan Ishaaq.

"Dana tersebut dikirim Ahmad Fathanah ke tim pemenangan PKS dalam rangka memenangkan pasangan Ilham-Aziz, bukan ke rekening DPW PKS Sulsel, yang kita tahu dana tersebut sumbernya dari Pak Ilham, mana kita tahu kalau itu dana hasil cuci uang," tutur Sekretaris DPW PKS Sulsel, Amru Saher saat dihubungi detikcom, Selasa (7/5/2013).

Anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel ini membantah Ahmad Fathanah sebagai kader PKS Sulsel. "Ahmad Fathanah sepengetahuan kami hanyalah teman dekat Pak Luthfi, dia tidak pernah terlibat dalam acara-acara PKS di Sulsel, kalaupun datang ke lokasi acara, hanya sampai di lobby dan perannya hanya sebagai teman Pak Luthfi," ujar Amru.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang diperiksa KPK senin kemarin menyebutkan dirinya diperiksa karena adanya transfer dana yang dikirimkan Ahmad Fathanah kepada DPW PKS Sulsel, yang diduga bersumber dari hasil pencucian uang Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaq.

"Memang benar saya pernah memberikan uang ke Ahmad Fathanah dengan tujuan uang tersebut digunakan dalam rangka memenangkan saya dalam Pilgub Sulsel, ternyata dana yang dikirim ke DPW PKS Sulsel bukan dari uang saya, tapi diduga hasil cuci uang," tutur Ilham.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mna/mok)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%