detikcom
Selasa, 07/05/2013 17:50 WIB

111 Motor Dievakuasi dari Lokasi Bentrok Suporter PSIS & Warga

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Ananta Akio (25) terlihat lega saat melihat motornya yang sempat tertinggal di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pasca bentrok antara suporter PSIS dengan warga. Meski terdapat banyak goresan dan rusak pada bagian speedometer, ia merasa beruntung karena motornya masih bisa kembali.

Anggota suporter PSIS dari Panser Nyamnyam tersebut langsung memeriksa Yamaha Jupiter Z biru bernopol H 5972 MW miliknya. Kerusakan fisik banyak ditemukan pada motornya.

"Enggak apa-apa rusak sedikit, yang penting bisa kembali dan saya selamat," katanya di lapangan Mapolrestabes Semarang, Jl Dr Sutomo, Selasa (7/5/2013).

Ia mengatakan motornya ditinggal di lokasi kejadian karena kehabisa bensin saat evakuasi dari TNI dan Polri hari Senin (6/5) kemarin. Tidak hanya dia, ratusan pengendara motor lainnya juga mengalami kehabisan bensin sehingga harus ditinggal di lokasi bentrok.

"Dari Purwodadi ke Godong semua SPBU tutup, jadi kami kehabisan bensin. Terus waktu evakuasi, Kapolda bilang ke koordinator suporter agar meninggalkan motor nanti dibawa pakai truk," pungkas Ananta.

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Sugiyanto mengatakan pihaknya turut mengawal 11 truk berisi 111 motor yang tertinggal di wilayah Polres Grobogan dan Polsek Godong.

"Ada juga satu unit truk dan satu unit angkutan kota yang digunakan suporter," tandasnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%