Detik.com News
Detik.com
Selasa, 07/05/2013 17:42 WIB

Kasus 400 Ribu Butir Ekstasi, Polri Akui Identitas Ketua DPC PDIP Blora

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Setelah menjadi misteri adanya keterlibatan Ketua DPC PDIP Blora, Colbert Mangara Tua alias Hariman Siregar dalam pengungkapan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkotika terhadap sindikat 400 ribu butir ekstasi, Mabes Polri akhirnya mengakui keterlibatan Colbert. Padahal sebelumnya, Bareskrim kerap bersikukuh tidak ada tersangka bernama Colbert dalam pengungkapan tersebut.

"Robert itu ya Colbert," jawab Direktur Tipid Narkotika, Brigjen Pol Arman Depari, di sela Rapat Koordinasi Implementasi Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2013).

Colbert ditangkap tim Direktorat IV Bareskrim Polri, Senin (11/3/2013) sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi mendapati Colbert sebagai penerima 400 ribu butir ekstasi yang dikemas di dalam 4 buah kompresor.

Tapi anehnya, walau PDIP sudah mengamini kadernya terlibat, Mabes Polri masih membantahnya saat itu. Wadir IV Bareskrim Polri Kombes Pol Anjan Pramuka tetap menyebut yang ditangkap Robert, bukan Colbert. Demikian juga dengan Direktur IV Bareskrim Brigjen Arman Depari. Polisi mengetahui Colbert bernama Jefry Siregar alias Robert.

"Namanya Robert, pemasok di Jakarta," kata Wakil Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Anjan Pramuka.

Sementara itu, disinggung mengenai penerapan Undang-undang Pencucian Uang terhadap Colbert, Arman mengatakan pihaknya hingga saat ini belum menerapkan pasal dari undang-undang tersebut.

"Kita belum ke arah sana, tapi akan," jelas Arman singkat.Next

Halaman 1 2
(ahy/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%