Detik.com News
Detik.com

Selasa, 07/05/2013 17:16 WIB

Polda Didesak Tangkap Empat Buron Pembunuh Habib Alwi

Norma Anggara - detikNews
Polda Didesak Tangkap Empat Buron Pembunuh Habib Alwi
Surabaya - Massa dari beberapa elemen Islam mendatangi Mapolda Jatim. Mereka mendesak Polda Jatim supaya segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Habib Alwi, tokoh ulama Sampang yang dibunuh pada 30 Oktober 2012.

Massa FPI (Front Pembela Islam), LPI (Laskar Pembela Islam), Simpatisan Habib Alwi, dan Formabes (Forum Masyarakat Madura Bersatu) ini berasal dari Pamekasan, Sampang, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Gresik, dan Malang.

Menurut informasi yang dihimpun, dari enam tersangka pembunuhan Habib Alwi, baru dua yang ditangkap. Yakni Mastuki yang sekarang dalam proses sidang di Sidoarjo, dan Matawi yang proses hukumnya berlangsung di Sampang.

"Sedangkan empat pelaku lain masih buron. Ada kawan kami yang pernah memergoki mereka masih bebas berkeliaran. Empat buron itu adalah Jalal, Samsul, Sayari, dan Muhammad. Mereka ini asal Sampang tapi tinggal di Surabaya," kata Karjito, salah seorang pendemo di halaman depan Mapolda Jatim, Selasa (7/5/2013).

Dalam aksinya, massa juga membawa beberapa poster. Diantaranya bertuliskan, 'WANTED Pembunuh Habib Alwi Bil Faqih', 'Segera Tangkap Jalal, Samsul, Sayari dan Muhammad'.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nrm/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%