Detik.com News
Detik.com

Selasa, 07/05/2013 16:15 WIB

SBY Akan Terima Penghargaan 'World Statesman Award'

Mega Putra Ratya - detikNews
SBY Akan Terima Penghargaan World Statesman Award
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan dianugerahi 'World Statesman Award' oleh Appeal of Conscience Foundation (ACF). Rencananya, penghargaan itu akan diserahkan di sela-sela kunjungan kerja Presiden ke New York, Amerika Serikat pada akhir Mei ini.

Penganugerahan tersebut sempat mendapat protes dari sejumlah aktivis dengan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS di Jakarta,Senin (6/5). Mereka menolak pemberian anugerah tersebut karena dinilai masih banyak kasus intoleransi beragama yang belum terselesaikan.

Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha menilai protes tersebut tidak berdasar. Sebab Presiden SBY sudah berupaya dan menginstruksikan dengan segera jajarannya dalam menghadapi kasus-kasus intoleransi yang ada selama ini.

"Begini, itu tidak bisa kita generalisir semua harus case by case, Ahmadiyah jadi sorotan publik tentu itu kita kembalikan pada apa yang kita lakukan pada tahun 2008 ada SKB tiga menteri kalau itu dilaksanakan enam diktum yang dilaksanakan dalam SKB tiga menteri tentu hal-hal itu tidak terjadi tapi peristiwa terus berubah dan pemerintah akan melihat kembali apa yang akan dilakukan," jelas Julian di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Julian mengatakan Appeal of Conscience Foundation (ACF) adalah sebuah organisasi yang kredibel dalam memberikan penghargaan kepada pemimpin sejumlah negara. Julian memastikan SBY akan hadir dan menerima penghargaan tersebut.

"Ya tentu itu bentuk apresiasi dan penghargaan based penilaian orang independen yang sebelumnya PM Kanada dan lain-lain juga menerima awards yang sama dan tahun ini direncanakan November. Namun karena tahun ini, Mei, Bapak Presiden akan hadir di NY untuk penyerahan HLP maka akan disesuaikan," paparnya.

Untuk diketahui, AFC adalah organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antarkepercayaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Organisasi itu mulai menganugerahkan penghargaan tahunan pada 1997. Beberapa pimpinan negara mendapatkan penghargaan ini, di antaranya PM Inggris kala itu, Gordon Brown pada (2009), Presiden Perancis kala itu Nicolas Zarkozy (2008). Pada 2012, penghargaan ini dinaugerahkan kepada Perdana Menteri Kanada Stephen Harper.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%