Selasa, 07/05/2013 15:35 WIB

Ini Alasan Kelurahan Joglo Beri e-KTP Laminating Bagi Warga Pindahan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Daniel (29) seorang warga yang pindah ke Kelurahan Joglo, Jakarta Barat, kaget ketika diberi e-KTP laminating. Rupanya, itu memang kebijakan di kelurahan tersebut. Apa alasannya?

Kepala Satuan Layanan Registrasi dan Kependudukan Kelurahan Joglo, Sri Haryuti, mengatakan, warga yang pindah ke wilayahnya bakal diberi KTP reguler dulu sementara. Namun e-KTP asli akan tetap diproses ke Kemendagri.

Berikut wawancara detikcom dengan Sri di kantornya:

Bagaimana proses membuat e-KTP di Joglo?

Bikin surat pindah dulu dari kelurahan, kecamatan sama catatan sipil, bikin SKCK dari Kepolisian. Terus nanti kita kasih surat keterangan kerja. Nanti ditandatangani di tempat kerja. Nanti berkasnya kita kirim ke suku dinas ke catatan sipil kota.

Itu langsung jadi e-KTP?

Tidak, dibuat dulu KTP reguler (laminating). Kalau mau dilanjutin e-KTP bisa langsung. Nanti prosesnya kirim data ke Kemendagri, itu jadinya si e-KTP tergantung Kemendagrinya, biasanya langsung kalau e-KTP. Nanti kalau jadi, kita hubungin. Nanti kita kasih ke RT-nya. RT-nya yang menghubungi,Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
62%
Kontra
38%