detikcom
Selasa, 07/05/2013 14:52 WIB

2 Mahasiswa Yogya Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiayaan 2 Anggota TNI

Edzan Raharjo - detikNews
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Polisi menetapkan 2 mahasiswa sebagai tersangka penganiayaan 2 anggota TNI di Yogyakarta. Dua mahasiswa lainnya dilepas karena tidak terlibat dalam kejadian itu.

Kapolres Sleman AKBP Heri Sutrisman mengatakan pihaknya mengamankan 4 orang. Namun hanya BL dan FR yang terbukti menganiaya 2 anggota TNI. Sementara dua lainnya berada di TKP, tapi hanya tertidur di luar minimarket.

"Mereka baru bangun setelah aksi penganiayaan. Jadi mereka tidak terlibat," kata Heri Sutrisman di Mapolres Sleman, Selasa(7/5/2013).

Di hadapan polisi, tersangka mengaku tersinggung saat dibangunkan di lantai. Dalam kondisi mabuk, keduanya gelap mata dan menyerang 2 anggota TNI. Pelaku diancam dengan pasal penganiayaan dan perusakan. Karena selain menganiaya, pelaku juga memecahkan kaca pintu depan minimarket.

"Ancaman hukuman di atas 5 tahun," kata Heri.

Pengeroyokan terjadi di minimarket, Jl Seturan Sleman, Minggu (5/5). 2 Anggota Yonif 403 Kentungan Sleman, Praka Baltasar Lermatan dan Praka Silvester Tawurutubun, datang ke minimarket untuk membeli kopi. Lermatan terluka di bagian wajah, sedangkan Silvester terluka di ibu jari. Keduanya dilarikan ke RS TNI Magelang.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%