detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 15:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 07/05/2013 14:47 WIB

PKS: Bodoh yang Mau Dibodohin Fathanah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - PKS kembali bicara soal Ahmad Fathanah. PKS menegaskan, Fathanah bukan kader mereka. Fathanah hanyalah tukang catut alias makelar.

"Ollong itu bukannya kader, bukannya pengurus. Ollong itu makelar, tukang catut, tukang jual semuanya. Jadi yang bodoh saja yang mau dibodohin Ahmad Fathanah," kata juru bicara PKS Mardani saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/5/2013).

Apa yang disampaikan Mardani ini menjawab apa yang disampaikan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Wali Kota yang gagal jadi Cagub Sulsel pada Pilgub lalu itu memang didukung PKS bersama PD. Saat itu Ilham mengaku dicomblangi Fathanah hingga akhirnya didukung PKS.

Mardani menepis kalau ada comblang seperti itu dalam PKS. "PKS itu ada pertimbangan yang jelas bagaimana pendapat kader, bagaimana hasil survei, bagaimana pendapat konstituen kita. Kalau semua oke baru kita calonkan," jelas Mardani.

Fathanah kini ditahan KPK. Dia ditangkap atas dugaan suap izin impor sapi dan pencucian uang. Selain Fathanah, KPK juga menahan Luthfi Hasan mantan presiden PKS.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%