detikcom
Selasa, 07/05/2013 14:47 WIB

PKS: Bodoh yang Mau Dibodohin Fathanah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - PKS kembali bicara soal Ahmad Fathanah. PKS menegaskan, Fathanah bukan kader mereka. Fathanah hanyalah tukang catut alias makelar.

"Ollong itu bukannya kader, bukannya pengurus. Ollong itu makelar, tukang catut, tukang jual semuanya. Jadi yang bodoh saja yang mau dibodohin Ahmad Fathanah," kata juru bicara PKS Mardani saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/5/2013).

Apa yang disampaikan Mardani ini menjawab apa yang disampaikan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Wali Kota yang gagal jadi Cagub Sulsel pada Pilgub lalu itu memang didukung PKS bersama PD. Saat itu Ilham mengaku dicomblangi Fathanah hingga akhirnya didukung PKS.

Mardani menepis kalau ada comblang seperti itu dalam PKS. "PKS itu ada pertimbangan yang jelas bagaimana pendapat kader, bagaimana hasil survei, bagaimana pendapat konstituen kita. Kalau semua oke baru kita calonkan," jelas Mardani.

Fathanah kini ditahan KPK. Dia ditangkap atas dugaan suap izin impor sapi dan pencucian uang. Selain Fathanah, KPK juga menahan Luthfi Hasan mantan presiden PKS.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%