Selasa, 07/05/2013 14:33 WIB

Ini Penjelasan Pengacara Luthfi Soal Pengempesan Mobil yang Disita KPK

Gagah Wijoseno - detikNews
Jakarta - Ada 5 mobil yang disegel KPK di area kantor PKS terkait kasus Luthfi Hasan. Yang menarik, mobil-mobil itu bannya dikempeskan. Ternyata ada alasan khusus. Pengacara Luthfi Hasan, Zainuddin Paru menyebut tindakan itu sengaja dilakukan.

"Pengempesan itu justru untuk mencegah agar mobil tersebut tidak dibawa keluar oleh pemiliknya. Karena hal itu justru akan menimbulkan delik baru," jelas Zainuddin dalam keterangan pers, Selasa (7/5/2013).

Zainuddin menegaskan, mobil yang disita ada 6. Milik Luthfi yakni Mazda putih dan Pajero Sport. Sisanya yang lain, Nissan Navara, Toyota Fortuner, Mitsubishi Grandis, dan VW Caravelle milik partai dan kader PKS.

Jadi saat KPK melakukan penyitaan, mereka marah dan hendak membawa keluar mobil itu. "Dan pengempesan dilakukan ketika petugas KPK sudah meninggalkan area kantor DPP PKS," jelas Zainuddin.

"Karena para pemilik mobil tersebut tidak terima mobilnya disita, sehingga mereka ingin membawa keluar. Ketika berkonsultasi dengan saya, saya melarangnya," tambah Zainudin.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
38%
Kontra
62%
MustRead close