Detik.com News
Detik.com
Selasa, 07/05/2013 13:20 WIB

Verifikasi DCS

KPU: Semua Bakal Caleg PKS, PPP, dan PKPI Tak Memenuhi Syarat

M Iqbal - detikNews
Halaman 1 dari 6
 KPU: Semua Bakal Caleg PKS, PPP, dan PKPI Tak Memenuhi Syarat
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil verifikasi Daftar Caleg Sementara (DCS) dari 12 parpol peserta Pemilu 2014. Hasilnya 4.701 bakal caleg dinyatakan tak memenuhi syarat, tak satu pun bakal caleg PKS, PPP, dan PKPI memenuhi syarat.

"Hasil verifikasi KPU menunjukkan hanya 1.327 bakal caleg yang memenuhi semua persyaratan. Sebanyak 4.701 caleg tidak memenuhi syarat, dan 549 caleg tidak menyertakan berkas," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik saat membacakan data hasil verifikasi DCS oleh KPU di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Berikut data hasil verifikasi DCS oleh KPU:

1.Partai NasDem

Jumlah yang diajukan 560 (laki-laki 337 dan perempuan 223). Berkas yang diterima 504, dan yang belum diterima 56. Keterwakilan perempuan 40 persen.

Memenuhi syarat 7, tidak memenuhi syarat 497, tidak ada berkas 56.

2. PKBNext

Halaman 1 2 3 4 5 6

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%