detikcom
Selasa, 07/05/2013 10:23 WIB

NASA: Menginjakkan Kaki di Mars Merupakan Takdir Manusia

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Foto situasi Mars yang diambil oleh robot NASA, Curiosity (EPA)
Washington - Menginjakkan kaki di planet Mars sudah menjadi takdir manusia dan akan menjadi prioritas Amerika Serikat (AS). Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berjanji akan berupaya keras untuk mencapai cita-cita tersebut pada tahun 2030 mendatang.

"Misi manusia ke Mars, saat ini telah menjadi tujuan utama demi kemanusiaan di jagad raya ini, dan ini merupakan prioritas NASA. Seluruh program penjelajahan kami ditujukan untuk mencapai tujuan ini," ujar Kepala NASA, Charles Bolden saat berbicara dalam konferensi ahli luar angkasa di George Washington University dan dilansir news.com.au, Selasa (7/5/2013).

Meskipun kini AS tengah menghadapi masa ekonomi sulit, Bolden menyatakan, pihaknya tetap berkomitmen kuat untuk mencapai terobosan baru dalam dunia penjelajahan luar angkasa. Menurutnya, Presiden Barack Obama mengusulkan anggaran sebesar US$ 17,7 miliar atau setara Rp 172,3 triliun, untuk NASA pada tahun 2014 mendatang.

"Dia (Obama-red) mendukung strategi yang aktif dan terkoordinir dalam misi eksplorasi Mars," ucapnya.

Dalam mencapai misi tersebut, langkah pertama yang akan dilakukan NASA adalah menangkap dan merelokasi sebuah asteroid. Misi ini paling tidak harus dilakukan sebelum tahun 2025. Hal ini dimaksudkan untuk menguji kemampuan manusia dalam menjalankan misi ke luar angkasa yang lebih mendalam.

Seorang astronot AS, Scott Kelly menawarkan diri secara sukarela untuk menjadi obyek pemeriksaan guna menguji ketahanan manusia di luar angkasa dalam waktu lama. Kelly akan menghabiskan waktu selama 1 tahun di Stasiun Luar Angkasa mulai tahun 2015 mendatang, sembari dirinya dianalisa dan diperiksa oleh para ahli dan dokter dari bumi. Ketahanan tulang, otot dan pandangan mata manusia saat berada di ruang hampa udara menjadi aspek penting dalam analisa ini.

Sementara itu, dibutuhkan waktu setidaknya 6-7 bulan di luar angkasa sebelum manusia bisa mencapai orbit Mars dan mendarat di planet merah tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian soal kendaraan luar angkasa yang mampu membawa manusia dalam perjalanan selama itu menuju Mars. Rencana ini juga belum memperhitungkan apakah misi ke Mars ini merupakan misi sekali jalan atau tidak.

Bolden menambahkan, para ahli medis juga akan mencari tahu ketahanan fisik seorang manusia saat melakukan perjalanan di lingkungan dengan level radiasi yang tinggi, dalam jangka waktu yang cukup lama. Kemampuan bertahan manusia saat berada di planet merah akan benar-benar diuji, dan hal ini belum ada solusinya.

"AS telah menunjukkan bagaimana caranya menuju ke bulan. Namun ada hal yang belum kita tunjukkan dan saya pikir semua orang di ruangan ini -- sebagian besar orang di ruangan ini akan mengakui, adanya kesenjangan teknologi untuk mengirimkan manusia ke asteroid dan bahkan ke Mars," jelas Bolden.

"Jadi, setiap momen dalam hidup kami dan setiap dolar yang kami miliki harus didedikasikan untuk pengembangan teknologi ini agar memungkinkan kita untuk melampaui orbit bumi, bahkan orbit bulan," tandasnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%