Selasa, 07/05/2013 07:12 WIB

Suap Sapi Impor

Model Seksi Vitalia Sesha Ingin Jadi Penyanyi & Sempat Buka Usaha Butik

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Andry Novelino (male.detik.com)
Jakarta - Vitalia Sesha disebut dekat dengan tersangka dugaan korupsi daging sapi impor, Ahmad Fathanah. Dari keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Vita menerima jam tangan mewah, molbil Honda Jazz dan sejumlah uang.

Profesi Vita diketahui sebagai seorang model. Dalam akun facebooknya, diketahui Vitalia berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Lebih lanjut, Vitalia bercita-cita merambah ke dunia tarik suara.

"Rencananya mau bikin duet, ya, kalau lancar mudah- mudahan tahun depan sudah bisa jalan," kata Vita saat diwawancarai male.detik.com dalam edisi No 026 26 APRIL - 2 MEI 2013.

Selain menyanyi, Vitalia mengaku menyukai kegiatan berbelanja untuk menghilangkan stress. Perempuan berambut panjang ini juga sempat membuka butik, namun gagal. Untuk pria idamannya, Ia mengaku menyukai pria berwajah oriental dan memiliki karakter bad boy.

Berdasarkan informasi yang didapat, Fathanah bertemu pertama kali dengan Vitalisa pada November 2012. Namun, tidak diketahui dalam acara apa mereka bertemu.

"Vitalia mengaku pernah diberi Honda Jazz, kemudian jam tangan. Kalau soal uang memang pernah diberikan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Senin (6/5) kemarin.

Kepada penyidik KPK, Vitalia mengaku hanya sebatas teman dengan Fathanah. "Dia mengaku teman," ucap Johan.

Fathanah adalah tersangka dugaan suap impor daging sapi dan kasus pencucian uang. Orang yang diduga kepercayaan Luthfi Hasan Ishaaq itu kini mendekam di Rutan KPK. KPK sudah melakukan beberapa penyitaan terkait aset Fathana



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fiq/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%