detikcom
Selasa, 07/05/2013 07:32 WIB

Anggota DPR Minta Pelaku 'Perbudakan' Pabrik Kuali Dihukum Berat

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Kasus 'perbudakan' di pabrik kuali milik Yuki Irawan (41) di Tangerang mendapat perhatian serius dari DPR. Anggota Komisi IX Chusnunia berharap tersangka kasus itu dihukum berat.

"Kasus seperti buruh kuali ini harus serius ditangani, tidak cukup hanya dikecam, tetapi perlu penanganan yg lebih konkret dari pihak yang berwajib. Ini sudah sangat tidak manusiawi," kata Chusnunia dalam pernyataannya, Selasa (7/5/2013).

Politikus PKB ini meminta polisi mendalami kasus tersebut. Dia menduga ada prakter perdagangan manusia dalam kasus yang melibatkan 34 buruh ini.

"Kejadian penyiksaan yang menimpa buruh di Tangerang terindikasi sudah masuk ranah pidana, selain juga banyak terjadinya pelanggaran terhadap aturan perundangan ketenagakerjaan. Tidak menutup kemungkinan juga ada indikasi perdagangan manusia dalam kasus ini," ujarnya.

"Dalam hal ini kami mendukung langkah Kemenakertrans yang akan memidanakan pemilik pabrik kuali tersebut. Pihak kepolisian dan seluruh penegak hukum harus tegas dan seadil-adilnya," imbuh Chusnunia.

Dia juga mengimbau agar masyarakat berperan aktif mengawasi tempat-tempat usaha yang tertutup dan mencurigakan. Peran masyarakat sangat penting mengingat keterbatasan jumlah pengawas ketenagakerjaan.

"Ketika masyarakat menemukan kejanggalan atau kemungkinan adanya tindak kekerasan hubungan kerja yang terjadi di lingkungannya, masyarakat dapat melaporkannya," imbau politikus asal Lampung ini.

Komisi IX telah berkali-kali menyetujui usulan Kemenakertans untuk menambah jumlah pengawas ketenagakerjaan. Namun, diakui Chusnunia, hingga saat ini realisasinya belum maksimal.

"Ini menjadi PR bersama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pengawas ketenagakerjaan. Tidak dapat hanya dibebankan kepada Kemenakertrans, sebab ini merupakan kerja lintas sektoral," pungkasnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/fiq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%