Senin, 06/05/2013 16:34 WIB

Terjebak di Lokasi Bentrok Suporter & Warga, Puluhan Siswa Gagal Ikut UN

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Suporter dievakuasi ke Stadion Tri Lomba Juang Semarang (Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
Grobogan - Dari ribuan suporter PSIS yang terlibat bentrok dengan warga di Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, puluhan di antaranya adalah siswa kelas 6 SD. Karena tak bisa pulang, mereka gagal ikut UN yang digelar mulai hari ini, Senin (6/5/2013).

Hal tersebut diungkapkan Sekertaris Daerah Kota Semarang, Adhi Tri Hananto, lewat pengeras suara saat memberi pengarahan kepada ribuan suporter yang berhasi dievakuasi dari lokasi kejadian ke Stadion Tri Lomba Juang Semarang, Senin (6/5/2013).

"Saya prihatin, tadi saya mendengar laporan dari kepala Dinas Pendidikan, setidaknya ada puluhan anak yang tidak mengikuti ujian hari ini karena menonton sepak bola dan tidak bisa pulang," kata Adhi di depan bangku penonton Stadion Tri Lomba Juang Semarang.

Informasi tersebut ternyata juga diterima oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan. "Saya dengar banyak pada ujian kelas 6 yang tidak datang," tandasnya.

Dari data yang berhasil dihimpun, di antara 25.580 siswa SD peserta UN, setidaknya 39 siswa tidak mengikuti UN karena tertahan di Godong saat kerusuhan terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan tetap memberikan kesempatan kepada siswa yang tidak mengikuti ujian akibat tertahan dalam bentrok antar suporter dan warga di Godong.

"Jelas, hak anak untuk mengikuti UN tetap dilayani. Mereka yang tidak bisa ikut UN hari ini akan mengikuti UN susulan," kata Bunyamin.

Bentrokan suporter PSIS dan warga pecah di sekitar Pasar Godong, Minggu (5/5) malam. Kejadian diduga dipicu kecelakaan antara pengemudi motor dan truk. Warga sekitar menolong pengemudi motor. Pada saat yang sama, rombongan suporter melintas dengan menggunakan motor dan truk. Warga meminta para suporter melintas dengan tenang, tapi tidak digubris. Para suporter malah memainkan gas motornya.

Karena kesal, warga pun mengejar dan bentrokan pun pecah. Bentrokan itu mengakibatkan toko-toko di sekitar pasar tersebut rusak. Sejumlah sepeda motor juga dibakar. Sisa aksi itu brutal tampak di depan terminal Godong, depan Alfamart, dan titik-titik lain.

Ribuan suporter yang sempat terjebak di desa Klampok, Godong, Grobogan sudah dievakuasi menggunakan puluhan truk dan bus dengan pengawalan aparat keamanan. Mereka dibawa ke stadion Tri Lomba Juang Semarang untuk dijemput keluarga masing-masing atau diantar oleh pihak berwajib.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%