Senin, 06/05/2013 16:00 WIB

KPU: Nazaruddin Sjamsuddin Penuhi Syarat Caleg, Susno Tak Lolos

M Iqbal - detikNews
Nazaruddin S,
Jakarta - Mantan terpidana korupsi Nazaruddin Sjamsuddin menjadi caleg dari Dapil Jawa Barat III dengan nomor urut I dari Partai Bulan Bintang (PBB). Komisioner KPU Arief Budiman, menyatakan Nazaruddin bisa menjadi calon anggota legislatif.

"Mantan narapidana seperti Nazaruddin Sjamsuddin itu beberapa persyaratan itu terpenuhi, tetapi kalau Susno Duadji itu tidak terpenuhi syaratnya," kata Arief Budiman di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakpus Senin (6/5/2013).

Menurut Arief, Nazaruddin Syamsuddin bisa diajukan sebagai caleg karena telah memenuhi 4 syarat sebagaimana telah ditetapkan oleh KPU bagi mantan narapidana.

"Pertama, dia sudah selesai menjalani pidananya, lalu kedua sejak selesai menjalani pidana sampai pendaftaran itu punya jeda waktu 5 tahun. Lalu yang ketiga dia sudah mengumumkan kepada publik bahwa dia terpidana, dan keempat pidana ini bukan pidana yang berulang-ulang jadi itu sudah terpenuhi," ungkapnya.

Arief menuturkan, hal itu berbeda dengan Susno Duadji, mantan Kabareskrim itu menjadi terpidana tetapi belum selesai menjalani masa pidananya, sehingga tak bisa diajukan sebagai bacaleg.

"Lalu syarat yang kedua itu kan berjarak 5 tahun sampai waktu pendaftaran, nah (Susno) ini selesai aja belum ya nggak terpenuhi dan itu jelas," kata Arief.

Sebagaimana diketahui, mantan terpidana korupsi Nazaruddin Sjamsuddin menjadi bakal caleg dengan nomor urut 1 dari daerah pemillihan Jawa Barat III yang meliputi Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Nazaruddin Sjamsuddin yang merupakan mantan ketua KPU periode 2001-2005 terjerat kasus korupsi dana taktis KPU dan pengadaan asuransi. Ia ditetapkan sebagai tersangka pada 20 Mei 2005.

Mahkamah Agung (MA) kemudian memvonis Guru Besar Ilmu Politik FISIP UI itu dalam putusan kasasi dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta, subsider 6 bulan kurungan. Nazar juga diwajibkan membayar kerugian negara Rp 1,068 miliar, jika tidak dibayar maka hukuman Nazar diperpanjang 2 tahun.

Namun pada 4 Januari 2008, MA mengabulkan permohonan Peninjauan kembali (PK) Nazar. MA mengurangi masa tahanan Nazar dari 6 tahun menjadi 4,5 tahun. Tanggal 26 Februari 2008, Nazaruddin mengajukan pembebasan bersyarat karena merasa sudah melewati 2/3 masa tahanannya. Nazaruddin kemudian bebas bersyarat pada Maret 2008.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bal/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%