Senin, 06/05/2013 14:30 WIB

20 Ribu Hektare Kawasan Gambut di Kampar Riau Segera Dihijaukan Lagi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pekanbaru - Kementerian Kehutanan memberikan izin restorasi ekosistem di kawasan gambut Riau seluas 20 ribu hektare. Kawasan kritis itu akan dihijaukan kembali untuk keseimbangan ekosistem flora dan fauna.

Pengelolaan kawasan hutan produksi yang tidak produktif itu diberikan Kemenhut di kawasan Semenanjung Kampar, sebuah kawasan hutan gambut yang saat ini tersisa di Sumatera. Program ini disebut Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang akan dikelola PT
Gemilang Cipta Nusantara (GCN).

Rekomendasi kajian di Semenanjung Kampar ini dilakukan sebagai tindak lanjut penerapan pendekatan bentang alam (landscape approach) melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. SK. 509/Menhut-II/2010 tanggal 21 September 2010 tentang Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Tasik Besar Serkap seluas 513.276 ha di Provinsi Riau.

"Dari kawasan hutan gambut yang tersisa itu, kita mendapatkan izin luasan restorasi 20 ribu hektare," kata Direktur CGN, Dian Novarina, dalam acara jumpa pers di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (6/5/2013).

Hari ini, tim RER mulai melakukan pemantauan lewat udara di kawasan Semenanjung Kampar. Selanjutnya tim akan menyiapkan program restorasi.

Program ini berorientasi pada 3 fungsi, yaitu hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan produksi. Semenanjung Kampar yang berpotensi rusak akibat deforestasi dan degradasi hutan, serta semakin meluasnya kawasan hutan tidak produktif.

"Hal ini tentunya memerlukan pemulihan dan perlindungan fungsi ekosistem rawa gambut yang penting untuk menjaga keseimbangan proses ekologis dan tata air bagi kelangsungan hidup berbagai jenis flora dan fauna," jelas Dian.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%