detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 06:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 06/05/2013 14:30 WIB

20 Ribu Hektare Kawasan Gambut di Kampar Riau Segera Dihijaukan Lagi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pekanbaru - Kementerian Kehutanan memberikan izin restorasi ekosistem di kawasan gambut Riau seluas 20 ribu hektare. Kawasan kritis itu akan dihijaukan kembali untuk keseimbangan ekosistem flora dan fauna.

Pengelolaan kawasan hutan produksi yang tidak produktif itu diberikan Kemenhut di kawasan Semenanjung Kampar, sebuah kawasan hutan gambut yang saat ini tersisa di Sumatera. Program ini disebut Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang akan dikelola PT
Gemilang Cipta Nusantara (GCN).

Rekomendasi kajian di Semenanjung Kampar ini dilakukan sebagai tindak lanjut penerapan pendekatan bentang alam (landscape approach) melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. SK. 509/Menhut-II/2010 tanggal 21 September 2010 tentang Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Tasik Besar Serkap seluas 513.276 ha di Provinsi Riau.

"Dari kawasan hutan gambut yang tersisa itu, kita mendapatkan izin luasan restorasi 20 ribu hektare," kata Direktur CGN, Dian Novarina, dalam acara jumpa pers di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (6/5/2013).

Hari ini, tim RER mulai melakukan pemantauan lewat udara di kawasan Semenanjung Kampar. Selanjutnya tim akan menyiapkan program restorasi.

Program ini berorientasi pada 3 fungsi, yaitu hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan produksi. Semenanjung Kampar yang berpotensi rusak akibat deforestasi dan degradasi hutan, serta semakin meluasnya kawasan hutan tidak produktif.

"Hal ini tentunya memerlukan pemulihan dan perlindungan fungsi ekosistem rawa gambut yang penting untuk menjaga keseimbangan proses ekologis dan tata air bagi kelangsungan hidup berbagai jenis flora dan fauna," jelas Dian.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(cha/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%