Detik.com News
Detik.com
Senin, 06/05/2013 13:52 WIB

Walikota Makassar Jadi Saksi untuk Kasus Fathanah

Rina Atriana - detikNews
Walikota Makassar Jadi Saksi untuk Kasus Fathanah Ahmad Fathanah.
Jakarta - Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin memenuhi panggilan penyidik KPK untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan pencucian uang yang dilakukan Ahmad Fathanah. Ilham mengaku mengenal Fathanah sebagai sesama etnis Makassar.

"Kenal lah (sama Fathanah) karena sama-sama orang Makassar," kata Ilham yang mengenakan batik cokelat, setibanya di Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Ilham tak menjelaskan lebih jauh mengenai keterkaitannya dengan pencucian uang Ahmad Fathanah. Namun, dia membantah tegas saat ditanya apakah pernah menerima aliran dana dari Fathanah.

"Nggak ada itu," ujar Ilham.

Ahmad Fathanah adalah tersangka korupsi dugaan suap impor daging sekaligus kasus pencucian uang. Terkait pencucian uang, KPK telah menyita 5 mobil milik Fathanah, terbaru adalah Honda Jazz berwarna putih. Selain itu telah disita juga sebuah jam tangan mewah bermerk Chopard terkait Fathanah dari perempuan bernama Vitalia Sesya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rna/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%