Detik.com News
Detik.com
Senin, 06/05/2013 12:43 WIB

Seleksi Hasil Lelang Jabatan Tak Ditunda

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Tahap dua seleksi hasil lelang jabatan lurah-camat DKI Jakarta berjalan sesuai jadwal. Tidak ada penundaan jadwalnya seperti isu yang sempat beredar di kalangan camat dan lurah peserta lelang.

"Tidak diundur," tegas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), I Made Karmayoga usaiPengarahan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Kepada Kepala SKPD dan Camat di Balaikota, Jakarta, Senin (6/5/2013)

Made menjelaskan jika jadwal hari ini dirangkaikannya dengan pengarahan Gubernur. Menurutnya, jika seleksi dilaksanakan hari ini usai mendengarkan arahan Gubernur ditakutkan kondisi peserta tidak maksimal.

"Kalau ini langsung sekarang, waktunya habis karena harus kondisi prima," lanjutnya.

Tes tahap kedua ini akan dilakukan mulai Selasa (7/5) hingga Jum'at (21/6) di Mabes Polri dan Blok G Lantai 21 dan Ruang Pola, Balaikota. Setiap hari akan terseleksi 48 orang yang dibagi dalam 2 tahap.

"Tahap awal 24 orang dari jam 08.00 hingga 12.00 setelah itu istirahat. 24 orang lagi dr jam 13.00 hingga sebelum Magrib. Besok untuk lurah dan camat, tidak ada pemisahan seperti kemarin," jelas Made.

Untuk uji kompetensi manajerial akan meliputi Focus Group Discussion (FGD), analisis SWOT, wawancara dan psikotes. Seleksi ini rencananya akan mengisi 311 kursi lurah dan camat DKI Jakarta.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%