Senin, 06/05/2013 11:58 WIB

Bentrok Suporter PSIS & Warga, Polisi: 1 Korban Tewas karena Kecelakaan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Grobogan - Warga Godong, Grobogan, bentrok dengan suporter PSIS Semarang. Menurut polisi, korban meninggal bukan karena bentrokan tapi kecelakaan.

Kapolda Jateng Irjen Didiek S Triwidodo menjelaskan, sebelum warga dan suporter bentrok, terjadi kecelakaan yang melibatkan pengendara motor dan truk di sekitar Pasar Godong, Minggu (5/5) petang. Meski sempat ditolong warga, sang pengendara motor menghembuskan nafas terakhir.

"Dalam bentrokan, hanya ada korban luka. Masih kami identifikasi. Korban meninggal satu karena kecelakaan," kata Didiek di Desa Klampok, Godong, Grobogan, Senin (6/5/2013).

Untuk mengamankan lokasi, Didiek merinci 7 SSK personel Polda Jateng diturunkan. Para personel terdiri dari 4 SSK Brimob Polda Jateng, 1 SSK Dalmas Polrestabes Semarang, 1 SSK Polres Kudus, dan 1 SSK Polres Grobogan. Selain itu ada bantuan dari TNI sebanyak 5 SSK.

Para personel disebar di sejumlah titik di sepanjang jalur Godong (Grobogan-Semarang). Sebagian bertugas memblokir jalan, sebagian menjaga suporter yang tertahan di lokasi selama belasan jam.

"Sebetulnya mereka (suporter) sudah dikawal, tapi ada sebagian yang terpencar," kata Didiek.

Ribuan suporter akhirnya bisa pulang setelah dijemput polisi sejak pukul 09.00 WIB. Mereka diangkut dengan menggunakan truk Brimob, bus, dan angkutan kota.

Bentrokan suporter PSIS dan warga pecah di sekitar Pasar Godong, Minggu (5/5) malam. Kejadian diduga dipicu kecelakaan antara pengemudi motor dan truk. Warga sekitar menolong pengemudi motor. Pada saat yang sama, rombongan suporter melintas dengan menggunakan motor dan truk. Warga meminta para suporter melintas dengan tenang, tapi tidak digubris. Para suporter malah memainkan gas motornya.

Karena kesal, warga pun mengejar dan bentrokan pun pecah. Kericuhan itu mengakibatkan toko-toko di sekitar pasar tersebut rusak. Sejumlah sepeda motor juga dibakar. Sisa aksi itu brutal tampak di depan terminal Godong, depan Alfamart, dan titik-titik lain.

Saat ini, situasi sudah mulai kondusif, tapi kerumunan warga masih terlihat di beberapa lokasi. Polisi dan TNI bersenjata lengkap berjaga.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
100%
Kontra
0%