Senin, 06/05/2013 10:47 WIB

Bentrok dengan Warga, Ratusan Suporter PSIS Dievakuasi dari Kantor Polisi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Grobogan - Suporter PSIS Semarang sempat tertahan di kantor polisi setelah bentrok dengan warga di Kecamatan Godong, Grobogan. Akhirnya, mereka dijemput dan diangkut dengan truk polisi.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (6/5/2013), 5 truk Brimob Polda Jateng keluar dari Mapolsek Godong. Di dalamnya tampak ratusan suporter PSIS. "Ada 150-an (suporter)," kata seorang polisi di Mapolsek.

Saat ini, di Mapolsek masih ada suporter. Mereka menunggu jemputan dari polisi. Sebuah truk pengangkut suporter, angkutan kota, bus, dan beberapa kendaraan yang sebelumnya digunakan suporter, diparkir di Mapolsek. Kaca-kaca kendaraan tersebut pecah.

Bentrokan suporter dan warga terjadi di sekitar Pasar Godong, Minggu (5/5) malam. Kejadian itu diduga bermula saat pengemudi motor dan truk terlibat kecelakaan usai Magrib. Warga sekitar menolong pengemudi motor nahas itu dan membawanya ke puskesmas terdekat.

Saat itu, rombongan suporter melintas dengan menggunakan motor dan truk. Mereka hendak pulang usai menonton pertandingan PSIS melawan Persipur di Purwodadi. Warga meminta para suporter melintas dengan tenang, tapi suporter tidak menggubris dan memainka gas motornya.

Bentrokan akhirnya pecah. Warga dan suporter perang batu yang mengakibatkan pertokoan di pasar tersebut rusak. Massa diduga melakukan penjarahan di counter handphone dan toko pakaian. Fasilitas milik warga seperti musala juga menjadi sasaran amuk massa. Dua sepeda motor diduga turut dibakar.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(try/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%