Senin, 06/05/2013 10:22 WIB

3 Perempuan Cantik Terkait Tersangka Impor Sapi Ahmad Fathanah

Nograhany Widhi K - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 3 dari 4 Next »
Sefti Sanustika (kanan) (Foto: detikcom)
2. Sefti Sanustika

Sefti Sanustika, adalah istri muda Ahmad Fathanah. Keberadaan Sefti ini didapati KPK saat menggeledah apartemen Ahmad Fathanah di Apartemen Margonda Residence, Jl Raya Margonda, Depok, Jawa  Barat, Kamis (31/2) lalu.

Fathanah yang tinggal bersama Septi di kamar yang terletak di lantai 6 Tower C nomor 605 menyewa apartemen tersebut Rp 3 juta per bulan sejak November 2012. Istri Fathanah yang berusia 25 tahun saat itu didapati sedang hamil 8 bulan.

Informasi yang diperoleh, Fathanah memiliki istri 5 dan 11 orang anak.

Sefti juga kedapatan menjenguk suaminya di KPK, Kamis (7/3). Saat itu KPK sudah menyita 4 mobil mewah milik Fathanah. Keempat mobil mewah Fathanah yang disita antara lain Mercedez Benz C200, Toyota Alphard, Toyota FJ Cruiser, dan Toyota Land Cruiser Prado. Mobil-mobil itu disimpan di belakang Gedung KPK.

Sefti enggan berkomentar banyak. Dia hanya meminta doa untuk suaminya.

"Mohon doanya saja," ujar Sefti, yang mengenakan pakaian hitam dan kerudung biru cerah ini.

Sefti yang sedang hamil itu sempat mengaku tak tahu menahu mengenai pekerjaan suaminya. "Nggak tahu," ungkapnya.

Sefti juga pernah diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Luthfi Hasan Ishaaq karena dianggap mengetahui pencucian uang Luthhfi.

Next page :
3. Ayu Azhari



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%