detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 22:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 06/05/2013 10:22 WIB

3 Perempuan Cantik Terkait Tersangka Impor Sapi Ahmad Fathanah

Nograhany Widhi K - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 2 dari 4 Next »
(Foto: detikcom)
1. Maharany Suciyono

Perempuan bernama Maharany Suciyono ini didapati bersama Ahmad Fathanah saat Fathanah ditangkap di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, pada awal Februari 2013 silam.

Rani, demikian panggilannya, adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Moestopo Beragama. Saat Fathanah ditahan KPK, Maharany langsung dibebaskan karena dinilai tak ada kaitannya dengan kasus ini.

Ketua KPK, Abraham Samad, pernah mengatakan, lembaganya mendapati Ahmad Fathanah tengah bersama Maharani di dalam sebuah kamar saat operasi tangkap tangan berlangsung. "Ahmad Fathanah ada di kamar bersama perempuan itu. Kamarnya diketuk," kata Abraham, Rabu (6/2/2013) silam.

Pernyataan Abraham tersebut mementahkan pengakuan Maharany sehari sebelumnya (5/2) yang mengklaim tidak ditangkap petugas KPK di dalam kamar Hotel Le Meridien Jakarta bersama Fathanah. Maharany mengaku ia hanya mengobrol dan makan malam bersama Fathanah di kafe hotel hingga penyidik KPK datang dan membekuk Fathanah.

Pihak Maharany yang didampingi kuasa hukumnya juga menyangkal dirinya terlibat dalam kasus suap impor daging, termasuk juga soal isu mengenai gratifikasi seksual. Namun begitu, mahasiswi sebuah kampus swasta ini mengakui menerima duit Rp 10 juta dari Fathanah.

Dalam kasus impor daging sapi, Maharany diperiksa untuk 4 tersangka yang telah ditetapkan KPK, yakni, Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, Juard Effendy dan Arya Abdi Effendi.

Next page :
2. Sefti Sanustika


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close