Detik.com News
Detik.com
Senin, 06/05/2013 10:22 WIB

3 Perempuan Cantik Terkait Tersangka Impor Sapi Ahmad Fathanah

Nograhany Widhi K - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 2 dari 4 Next »
3 Perempuan Cantik Terkait Tersangka Impor Sapi Ahmad Fathanah - 2 (Foto: detikcom)
1. Maharany Suciyono

Perempuan bernama Maharany Suciyono ini didapati bersama Ahmad Fathanah saat Fathanah ditangkap di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, pada awal Februari 2013 silam.

Rani, demikian panggilannya, adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Moestopo Beragama. Saat Fathanah ditahan KPK, Maharany langsung dibebaskan karena dinilai tak ada kaitannya dengan kasus ini.

Ketua KPK, Abraham Samad, pernah mengatakan, lembaganya mendapati Ahmad Fathanah tengah bersama Maharani di dalam sebuah kamar saat operasi tangkap tangan berlangsung. "Ahmad Fathanah ada di kamar bersama perempuan itu. Kamarnya diketuk," kata Abraham, Rabu (6/2/2013) silam.

Pernyataan Abraham tersebut mementahkan pengakuan Maharany sehari sebelumnya (5/2) yang mengklaim tidak ditangkap petugas KPK di dalam kamar Hotel Le Meridien Jakarta bersama Fathanah. Maharany mengaku ia hanya mengobrol dan makan malam bersama Fathanah di kafe hotel hingga penyidik KPK datang dan membekuk Fathanah.

Pihak Maharany yang didampingi kuasa hukumnya juga menyangkal dirinya terlibat dalam kasus suap impor daging, termasuk juga soal isu mengenai gratifikasi seksual. Namun begitu, mahasiswi sebuah kampus swasta ini mengakui menerima duit Rp 10 juta dari Fathanah.

Dalam kasus impor daging sapi, Maharany diperiksa untuk 4 tersangka yang telah ditetapkan KPK, yakni, Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, Juard Effendy dan Arya Abdi Effendi.

Next page :
2. Sefti Sanustika


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%