Detik.com News
Detik.com

Senin, 06/05/2013 09:56 WIB

PDIP Pasang Kang Jalal Jadi Caleg No 1 di Dapil Jabar II

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
PDIP Pasang Kang Jalal Jadi Caleg No 1 di Dapil Jabar II
Jakarta - PDI Perjuangan menggaet cendekiawan muslim Jalaludin Rakhmat (Kang Jalal). Kang Jalal langsung ditunjuk menjadi caleg nomor urut 1 di dapil Jabar II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

"Tidak ada pertimbangan khusus, PDI Perjuangan kan terbuka memberikan kesempatan kepada kader baru untuk bersama sama kader senior partai," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, kepada detikcom, Senin (6/5/2013).

Kang Jalal diharapkan menjadi pendulang suara PDIP. Terutama dengan ketokohannya yang kental.

"Dalam satu dapil kita satukan kader senior dan kader baru yang mampu meraih dukungan suara dan faktor ketokohan nya," katanya.

Tjahjo menegaskan tak ada paksaan terhadap Kang Jalal. Namun Kang Jalal menyatakan bersedia menjadi caleg dari PDIP dengan sendirinya.

"Kang Jalal tokoh pasundan, Jabar, mau bergabung di PDI Perjuangan sekalian PDI Perjuangan Jabar menawarkan jadi caleg dan Kang Jalal bersedia, tidak ada paksaan," tandasnya.





Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%