detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 05:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 06/05/2013 09:55 WIB

Suporter-Warga Bentrok di Purwodadi, TNI-Polisi Siaga & Jalan Diblokir

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Purwodadi - Situasi di Pasar Godong, Purwodadi, Jawa Tengah masih mencekam menyusul bentrok warga dengan suporter bola. Sejumlah toko dirusak dan aparat TNI/Polri masih berjaga-jaga.

Ratusan personel TNI dari Kodam IV Diponegoro tiba dengan 8 truk di Pasar Godong yang tepatnya berlokasi di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobokan, Purwodadi, Jawa Tengah, Senin (6/5/2013). Demikian pula dengan personel polisi.

Perekonomian di pasar tersebut kini lumpuh. Pertokoan tutup dan hanya ada sedikit pedagang makanan dan minuman yang masih menjajakan dagangannya. Kaca-kaca terlihat berserakan di depan pertokoan yang dirusak.

Arus lalu lintas dari arah Semarang-Purwodadi ditutup. Kendaraan dialihkan lewat Demak dan jalan perkampungan. Warga yang mengendarai motor berpelat H juga diminta polisi berputar balik sebelum Desa Bugel. Jalanan di desa itu diblokir warga dan hanya bisa dilintasi separo lajur.

"Suporter masih ada di Polsek Godong dan kecamatan. Kami khawatir mereka dicegat warga," kata seorang personel Polsek Godong.

Bentrokan diduga berawal saat terjadi kecelakaan pengemudi motor dan truk usai Magrib Minggu 5 Mei 2013. Warga sekitar menolong pengemudi motor nahas itu dengan membawa ke puskesmas terdekat.

Nah...saat itu melintas rombongan suporter yang konvoi dengan motor dan truk. Gerombolan suporter itu hendak pulang usai menonton pertandingan PSIS melawan Persipur di Purwodadi.

Warga meminta agar para suporter melintas dengan tenang, tidak ugal-ugalan. Tidak menggubris nasihat warga, suporter PSIS itu justru semakin ugal-ugalan dan memainkan bunyi gas motornya.

Bentrokan akhirnya pecah. Warga dan suporter perang batu yang mengakibatkan pertokoan di pasar tersebut rusak. Massa juga diduga melakukan penjarahan di counter handphone dan toko pakaian. Fasilitas milik warga seperti musala juga menjadi sasaran amuk massa. Dua sepeda motor diduga turut dibakar.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(aan/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close